Balikpapan, SuaraRakyat62.com – Kepolisian Republik Indonesia melalui Korps Sabhara Baharkam Polri melaksanakan kegiatan Audit Re-Sertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU V Balikpapan, Selasa (10/6/2025). Audit ini merupakan bagian dari upaya penguatan keamanan terhadap Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan memastikan penerapan sistem pengamanan sesuai standar nasional.

Audit resmi dibuka oleh Brigjen Pol Harry Kurniawan, S.I.K., M.H., selaku Auditor Utama Tingkat II Korsabhara Baharkam Polri, didampingi oleh Kombes Pol Edy Sumardi P., S.I.K., M.H. selaku Ketua Tim Audit, serta jajaran anggota audit lainnya: AKBP Sugeng, Iptu Taruli, Nugraha Wibisana, dan Drs. Zainal Abidin.
Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh jajaran pimpinan PT KPI RU V Balikpapan, termasuk General Manager Novie Handoyo Anto, dan manajer dari berbagai divisi strategis, mulai dari operasi, pemeliharaan, keselamatan kerja hingga keuangan dan kehumasan.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol Harry Kurniawan menegaskan bahwa audit ini tidak hanya sebagai bentuk penilaian formal, tetapi juga pembinaan untuk meningkatkan mutu pengamanan yang berkelanjutan di lingkungan perusahaan migas milik negara tersebut.
“Audit ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dokumen dan implementasi di lapangan sesuai standar. Ini adalah wujud sinergi Polri dengan Obvitnas demi menjamin stabilitas keamanan nasional,” jelasnya.
Harry juga mengapresiasi capaian nilai Gold yang telah diraih PT KPI RU V Balikpapan pada audit sebelumnya di tahun 2024. Ia berharap capaian itu dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, mengingat pentingnya peran PT KPI RU V dalam rantai pasok energi nasional.
Sementara itu, Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan, audit ini berlandaskan pada Peraturan Kepolisian (Perpol) No. 7 Tahun 2019 tentang Sistem Manajemen Pengamanan. Penerapan sistem pengamanan berbasis regulasi ini, kata Edy, adalah langkah penting untuk menjaga keberlangsungan operasional di tengah potensi ancaman dan gangguan keamanan.
“PT KPI RU V merupakan Obvitnas strategis yang menyuplai 25% kebutuhan minyak nasional. Dengan produksi mencapai 260.000 barel per hari, peran keamanannya tidak bisa ditawar,” ujar Edy.
Audit ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juni 2025. Tim audit akan mengevaluasi dokumen, SOP pengamanan, kesiapsiagaan personel pengamanan internal, serta kolaborasi dengan aparat keamanan eksternal.
Sebagai informasi, PT KPI RU V Balikpapan merupakan salah satu kilang terbesar di Indonesia yang menyuplai energi ke wilayah Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Nusa Tenggara, menjadikannya aset vital dalam sistem ketahanan energi nasional.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh penerapan sistem pengamanan yang profesional, transparan, dan sesuai regulasi untuk seluruh Obvitnas di tanah air.
Pewarta: Mak Ila
Sumber: Humas Baharkam Polri & PT KPI RU V Balikpapan




