
MALANG, Suararakyat62.com
SMP Negeri 2 Sumberpucung kembali mencuri perhatian. Sekolah berbasis budaya ini menerima kunjungan dari relawan asal Singapura, Nada Hanisa binti Abdul Samad Senin (28/7/2026).
Nada Hanisa yang juga menjabat sebagai President Senior Sport Association Singapore datang khusus untuk melihat langsung implementasi pendidikan berbasis kearifan lokal.
Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri lengkap oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Forkopimcam Sumberpucung, Komite Sekolah, seluruh dewan guru, serta ratusan peserta didik
5 Aksi Budaya Memukau Tamu
Sejak awal kedatangan, SMPN 2 Sumberpucung langsung memamerkan identitasnya melalui 5 penampilan unggulan:
1. Atraksi Paskib Satrapena Baris-berbaris tegas, kompak dan penuh disiplin
2. Demonstrasi Pencak Silat Wadya Bala- Jurus-jurus khas nusantara yang gagah
3. Pameran Poster & Karya Ilmiah Remaja (KIR) – Hasil riset siswa yang kreatif
4. Drama Tari Wayang Topeng Kolaborasi seni dan pendidikan karakter yang memukau
5.Aksi Nyata Membatik Bersama Kader Budaya- Program unggulan pelestarian budaya
Kepala SMPN 2 Sumberpucung, Davit Harijono, S.Pd.,M.Pd. menegaskan visi sekolah.
“Kami berkomitmen mewujudkan peserta didik yang cerdas bertakwa, berwawasan global, berjiwa kearifan lokal serta peduli lingkungan. Semua capaian ini berkat dukungan Dinas Pendidikan, Komite, orang tua, dan seluruh warga sekolah,” tegasnya.
Pesan Nada Hanisa: Bermimpi Besar, Jangan Lupakan Jati Diri
Sesi puncak diisi motivasi dari Nada Hanisa. Di hadapan siswa ia berpesan agar berani bermimpi besar dan menguasai bahasa asing, namun tetap memegang teguh jati diri bangsa.
“Anak-anak harus berani bermimpi besar. Rajinlah belajar, kuasai bahasa asing, dan terus kembangkan potensi diri. Tapi ingat, jangan pernah melupakan jati diri dan kepribadian bangsa kalian. Kalian bisa bersaing di tingkat global, tapi tetap menjadi orang Indonesia,” pesannya disambut tepuk tangan meriah.
Nada Hanisa mengaku terkagum dengan program membatik dan wayang topeng. “Ini aset budaya yang sangat berharga dan harus terus dijaga,” ujarnya.
Dinas Pendidikan & Komite Beri Apresiasi Tertinggi
Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang memberikan apresiasi setinggi-tingginya.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata inovasi pendidikan. Berhasil memadukan penguatan karakter, pelestarian budaya, dan jejaring kerja sama internasional. Ini yang kita butuhkan untuk mencetak Generasi Emas 2045,” ujarnya.
Senada, Ketua Komite Sekolah SMPN 2 Sumberpucung menyatakan bangga.
“Kreasi yang disajikan hari ini bukti nyata program unggulan sekolah budaya. Kami dukung penuh. Semoga jadi motivasi anak-anak untuk terus berprestasi,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata batik karya siswa kepada tamu dari Singapura.(Ila,)




