Kota Pasuruan, SuaraRakyat62com – Komisi III DPRD Kota Pasuruan memastikan proyek peninggian Jembatan Bok Wedi di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, berjalan sesuai harapan bahkan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Hal tersebut dipastikan setelah jajaran Komisi III melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada Kamis (30/7/2026).

Sidak dilakukan untuk memantau secara langsung perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 tersebut berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam peninjauan itu, Komisi III DPRD Kota Pasuruan didampingi perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, serta dinas terkait.
Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Suci Mardiko, yang akrab disapa Mas Koko, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan progres pekerjaan melampaui target yang telah direncanakan.
“Setelah kami melihat langsung dan berdiskusi dengan pihak BBPJN, kontraktor pelaksana, serta pengawas, kami optimistis proyek ini berjalan jauh lebih cepat dari jadwal yang telah direncanakan,” ujar Mas Koko.
Menurutnya, percepatan pembangunan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat, mengingat Jembatan Bok Wedi merupakan salah satu titik penting di jalur Pantura Kota Pasuruan yang selama ini kerap terdampak banjir saat musim hujan maupun banjir kiriman dari wilayah hulu.
Ia menjelaskan, tujuan utama peninggian jembatan adalah mengurangi risiko banjir yang selama ini menghambat mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Meski demikian, upaya penanganan banjir tidak hanya mengandalkan proyek tersebut, tetapi juga didukung dengan normalisasi sungai secara berkala oleh instansi terkait.
“Proyek ini merupakan salah satu solusi untuk mengurangi dampak banjir. Namun di sisi lain, BBPJN maupun BPWS tetap melaksanakan normalisasi sungai secara rutin sebagai bagian dari penanganan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Mas Koko berharap percepatan pekerjaan tetap dibarengi dengan kualitas konstruksi yang baik sehingga jembatan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Kami berharap pekerjaan selesai sesuai target, bahkan lebih cepat, tetapi kualitas tetap menjadi prioritas. Ke depan juga sudah direncanakan pada tahun 2027 rel kereta api di kawasan ini akan ikut ditinggikan sehingga penanganan banjir menjadi lebih optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Dwi Bagus, menjelaskan bahwa hingga Kamis (30/7/2026), progres fisik pembangunan telah mencapai 73 persen, lebih tinggi dibanding target yang seharusnya 69 persen atau mengalami surplus sekitar 4 persen.
Ia mengatakan, percepatan pekerjaan membuat target penyelesaian proyek yang semula dijadwalkan pada November 2026 kini diproyeksikan dapat selesai lebih awal.
“Alhamdulillah ada percepatan pekerjaan. Target kami, pada tanggal 10 September 2026 jembatan sudah bisa dibuka dan dilalui kendaraan. Saat ini progres sudah mencapai 73 persen dari target 69 persen,” ungkapnya.
Dwi Bagus juga mengaku bersyukur karena sejak pekerjaan dimulai pada April 2026 hingga saat ini tidak ditemukan kendala berarti di lapangan. Kondisi tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat, pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan yang turut menjaga kelancaran pelaksanaan proyek.
“Selama proses pekerjaan tidak ada hambatan yang berarti. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, Forkopimda, dan seluruh stakeholder yang telah mendukung sehingga proses percepatan pekerjaan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Sebagai informasi, proyek peninggian Jembatan Bok Wedi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi banjir tahunan di kawasan Jalan Ir. H. Juanda sekaligus memperlancar aliran sungai di jalur Pantura Kota Pasuruan.
Proyek yang juga mencakup pembangunan saluran drainase di kawasan sekitar tersebut memiliki nilai anggaran lebih dari Rp11 miliar yang bersumber dari APBN Tahun 2026. Dengan progres yang telah melampaui target, masyarakat diharapkan dapat segera menikmati manfaat infrastruktur tersebut lebih cepat dari jadwal semula.
(Zen_Satuman)




