Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan kembali melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 sebagai langkah pencegahan dini terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
BIAS 2026 Digelar di Kota Pasuruan, Dinkes Sasar Siswa SD Cegah Penyakit Berbahaya

Program tahunan tersebut menyasar siswa sekolah dasar (SD) di seluruh wilayah Kota Pasuruan dan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada Agustus dan November 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, M.M., menegaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu investasi penting dalam menjaga kesehatan anak sejak usia sekolah.

Menurutnya, pelaksanaan BIAS tidak hanya bertujuan memberikan perlindungan terhadap penyakit tertentu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan anak dapat tumbuh sehat dan menjalani proses pendidikan secara optimal.

“Imunisasi BIAS melindungi anak dari penyakit berbahaya. Kunci keberhasilannya ada di dukungan orang tua dan guru. Dengan pendampingan, anak akan lebih tenang dan percaya diri saat imunisasi,” kata dr. Shierly, Selasa (5/8/2026).

Dua Tahap Imunisasi

Pelaksanaan BIAS Kota Pasuruan 2026 dibagi menjadi dua tahap. Pada Agustus 2026, imunisasi diberikan kepada sasaran tertentu sesuai jenjang kelas.

Siswa kelas 1 SD mendapatkan imunisasi MR (Measles-Rubella) yang ditujukan untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella.

Sementara itu, siswi kelas 5 SD menjadi sasaran imunisasi HPV (Human Papillomavirus) sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap kanker serviks.

Selanjutnya, pada November 2026, program imunisasi kembali dilaksanakan dengan sasaran dan jenis vaksin yang berbeda.

Siswa kelas 1 SD mendapatkan imunisasi DT (Diphtheria-Tetanus) untuk memberikan perlindungan terhadap difteri dan tetanus.

Kemudian, siswa kelas 2 SD dan kelas 5 SD mendapatkan imunisasi Td (Tetanus-Diphtheria) sebagai penguat atau booster untuk mempertahankan kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.

Peran Orang Tua dan Guru Jadi Kunci

Dinkes Kota Pasuruan menilai keberhasilan pelaksanaan BIAS tidak hanya bergantung pada petugas kesehatan. Dukungan sekolah, guru, serta orang tua juga menjadi faktor penting agar pelaksanaan imunisasi berjalan lancar.

Pendampingan orang tua dan guru diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada anak, terutama bagi siswa yang masih merasa takut atau cemas ketika akan mendapatkan suntikan imunisasi.

Dr. Shierly pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendukung pelaksanaan BIAS 2026.

“Mari bersama sukseskan BIAS. Kita wujudkan generasi Kota Pasuruan yang sehat, cerdas, dan bebas dari penyakit,” ajaknya.

Pemerintah Kota Pasuruan berharap seluruh sekolah dan orang tua dapat bekerja sama memfasilitasi serta mendampingi siswa selama pelaksanaan imunisasi.

Dengan dukungan seluruh pihak, cakupan imunisasi diharapkan dapat tercapai secara maksimal sekaligus memastikan hak kesehatan anak di Kota Pasuruan tetap terpenuhi.

Program BIAS 2026 pun menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam membangun generasi yang sehat sejak dini, sekaligus memperkuat perlindungan anak terhadap penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

 

(Satuman)