INHU, Suararakyat62 — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak yang berada di wilayah terdampak asap.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak psikologis tersebut, Serdik Sespimen Polri Dikreg ke-67 Tahun Angkatan 2026 bersama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak di wilayah terdampak asap Karhutla.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026, di Desa Kuantan Babu, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Profesi (KKP) Serdik Sespimen Polri di lingkungan Polres Indragiri Hulu, Polda Riau.
Keterangan tersebut disampaikan Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran, S.H.
Sebanyak 10 orang Serdik Sespimen Polri turut hadir dalam kegiatan tersebut dan dipimpin langsung oleh Serdik Kompol Alexander Putra.
Kegiatan juga dihadiri Kasat Binmas Polres Inhu AKP Johnson beserta tim, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Inhu Evy Irma Manurung beserta staf, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Inhu Rika Varia Nora bersama tim.
Adapun sasaran kegiatan adalah anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Desa Kuantan Babu.
Dalam pelaksanaannya, para Serdik bersama unsur pemerintah daerah melakukan berbagai aktivitas bersama anak-anak, mulai dari pendampingan psikologis, bermain, hingga berinteraksi secara hangat dan menyenangkan.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi rasa cemas, takut, maupun tekanan psikologis yang mungkin dirasakan anak-anak akibat kondisi asap Karhutla yang berlangsung cukup lama.
Suasana kegiatan dibuat santai dan penuh keakraban agar anak-anak dapat merasa lebih nyaman, aman, serta kembali menikmati aktivitas mereka di tengah kondisi lingkungan yang terdampak Karhutla.
“Dampak Karhutla tidak hanya pada kerusakan alam, tetapi juga menimbulkan kecemasan dan ketakutan, khususnya bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat kembali tersenyum, merasa aman, dan tumbuh dengan ceria meskipun berada di tengah situasi yang sulit,” ungkap Kapolres Inhu melalui Kasi Humas.
Kegiatan trauma healing tersebut sekaligus menunjukkan sinergi antara kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dalam menangani dampak Karhutla secara menyeluruh.
Penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan melalui upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran, tetapi juga dengan memperhatikan aspek kesehatan, psikologis, dan sosial masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.(Afrina)




