Morotai, SuaraRakyat62.com — Warga Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluhkan kelangkaan minyak tanah (Mita) subsidi. Mereka menduga adanya praktik mafia oleh oknum sub pangkalan BBM di wilayah tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh, tujuh desa penerima jatah minyak tanah yakni Libano, Cempaka, Hapo, Titigogoli, Sopi Majiko, Bere-Bere Kecil, dan Aru sudah lebih dari seminggu tidak menerima distribusi. Padahal, kuota BBM subsidi di Morotai Jaya mencapai 40 ton per bulan.
Anto, warga Desa Libano, mengaku kecewa karena harus membeli minyak tanah di Daruba dengan harga tinggi, sekitar Rp12.000–13.000 per liter.
“Sudah seminggu ini kami tidak dapat minyak tanah. Kalau pun ada, harus ke Daruba dan itu pun mahal. Kami curiga ada mafia dalam penyaluran BBM ini,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lain. Adam, warga Desa Hapo, menuturkan bahwa hingga kini desanya belum menerima jatah minyak tanah. “Hampir seminggu kami kosong. Kami heran kenapa distribusi selalu terlambat, padahal kuotanya jelas,” katanya.
Sejumlah pengecer juga mengakui tidak menerima pasokan sejak 9 September 2025. Heny Korejang, pengecer di Bere-Bere Kecil, mengungkapkan minyak tanah terakhir masuk tiga minggu lalu. “Sejak 9 September sampai sekarang belum ada distribusi lagi,” jelasnya.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Pulau Morotai, Aty, saat dikonfirmasi menyatakan belum menerima laporan resmi dari para pengecer. “Kami belum dapat laporan, tapi akan coba konfirmasi ke pangkalan,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Sub pangkalan BBM Mita wilayah Morotai Jaya, Reza, belum dapat dimintai tanggapan hingga berita ini diturunkan.
Pewarta; Irjan_Nyong




