Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kota Pasuruan terus memperkuat kualitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner. Melalui Dinas Kesehatan, Pemkot menggelar pembinaan dan pelatihan higiene sanitasi makanan sebagai upaya meningkatkan standar keamanan pangan, sekaligus mendukung percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha makanan dan minuman.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Pasuruan Perkuat Standar Higiene dan Keamanan Pangan

Kegiatan yang dikemas melalui inovasi SiGesit Membahana (Sistem Informasi Higiene Sanitasi Membina Pelaku Usaha Siap Saji) tersebut berlangsung di Gedung Gruedo, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pasuruan, Selasa (14/7/2026). Sebanyak 90 peserta mengikuti pelatihan yang terdiri dari pemilik usaha katering, rumah makan, pedagang kaki lima (PKL), pelaku usaha Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pengelola depo air minum.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, mengatakan pembinaan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas keamanan pangan melalui edukasi, pendampingan, serta pengawasan yang berkelanjutan terhadap pelaku usaha.

Menurutnya, pertumbuhan sektor kuliner yang terus berkembang harus diimbangi dengan penerapan standar higiene dan sanitasi yang baik agar produk yang dihasilkan aman dikonsumsi, memenuhi ketentuan kesehatan, serta mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang kami laksanakan bersama Bagian Perekonomian melalui inovasi SiGesit Membahana. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman sekaligus membangun komitmen pelaku usaha agar selalu menjaga kualitas dan keamanan produk yang dipasarkan kepada masyarakat,” ujar dr. Shierly.

Ia menjelaskan, masih terdapat pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan terkait penerapan standar higiene sanitasi. Karena itu, Dinas Kesehatan secara berkala melakukan pelatihan, monitoring, dan evaluasi agar standar keamanan pangan dapat diterapkan secara konsisten.

Sebagai bentuk inovasi pelayanan publik, Dinas Kesehatan juga mengembangkan aplikasi SiGesit Membahana sejak tahun 2024. Aplikasi tersebut memudahkan pelaku usaha mengakses materi pelatihan, melakukan pendaftaran, berkonsultasi, hingga memperoleh informasi mengenai persyaratan higiene sanitasi secara lebih cepat dan mudah. Inovasi ini bahkan telah meraih penghargaan di tingkat Kota Pasuruan maupun Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menegaskan bahwa peningkatan kualitas UMKM tidak cukup hanya melalui pengembangan produk dan pemasaran, tetapi juga harus didukung dengan penerapan standar keamanan pangan yang baik.

Menurutnya, pelatihan higiene sanitasi menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan sertifikasi halal, sehingga produk UMKM Kota Pasuruan semakin dipercaya masyarakat dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

“Pelatihan ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produknya. Ketika proses pengolahan makanan dilakukan sesuai standar higiene dan sanitasi, kepercayaan konsumen akan semakin meningkat,” kata Mas Adi.

Ia menambahkan, konsep halal tidak hanya berkaitan dengan bahan baku yang digunakan, tetapi juga mencakup seluruh proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian makanan yang harus memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.

Menurut Mas Adi, langkah tersebut sejalan dengan visi Kota Pasuruan sebagai Kota Santri, yang terus mendorong lahirnya kawasan kuliner halal dengan produk yang tidak hanya halal, tetapi juga thayyib atau baik, sehat, dan aman untuk dikonsumsi.

“Seluruh pelaku usaha makanan dan minuman harus memenuhi standar yang berlaku. Ini bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga memberikan jaminan keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan kepada masyarakat sebagai konsumen,” tegasnya.

Salah seorang peserta pelatihan,Rochmah, pelaku usaha rumah makan di Kota Pasuruan, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan membuka wawasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan dalam setiap tahapan pengolahan makanan.

“Selama ini kami sudah berusaha menjaga kebersihan, tetapi melalui pelatihan ini kami jadi lebih memahami standar higiene sanitasi yang benar sesuai ketentuan. Pengetahuan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas usaha sekaligus menambah kepercayaan pelanggan terhadap produk yang kami jual,” ujar Rochmah.

Ia berharap pembinaan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pelaku UMKM yang mampu memenuhi standar keamanan pangan, memperoleh sertifikasi yang diperlukan, serta meningkatkan daya saing usahanya di tengah persaingan industri kuliner yang semakin berkembang.

Melalui program pembinaan ini, Pemerintah Kota Pasuruan menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku UMKM agar mampu menghasilkan produk yang aman, sehat, berkualitas, dan berdaya saing. Dengan demikian, sektor kuliner di Kota Pasuruan diharapkan dapat tumbuh semakin kuat sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

 

(Yus)