INDRAGIRI HULU, Suararakyat62 – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, ditunjukkan oleh Dewan Pengurus Cabang Ikatan Keluarga Minangkabau (DPC IKM) Pasir Penyu melalui aksi penggalangan dana yang berlangsung mulai Rabu (14/10/2026) hingga Minggu (18/10/2026).

Kegiatan kemanusiaan ini digagas oleh DPC IKM Pasir Penyu yang baru terbentuk sekitar tiga minggu, dengan dukungan penuh dari Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Minangkabau (DPD IKM) Indragiri Hulu (Inhu).
Aksi penggalangan dana tersebut dilaksanakan di depan SMP Negeri 01 Pasir Penyu. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian masyarakat Minangkabau di perantauan terhadap saudara-saudara mereka yang tengah menghadapi musibah di kampung halaman.
Ketua DPC IKM Pasir Penyu sekaligus ketua pelaksana kegiatan, Zulkifly atau Boy Prayogo, mengatakan bahwa penggalangan dana tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian bersama untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana di Pesisir Selatan.
Ia menyampaikan bahwa bantuan yang berhasil dihimpun nantinya akan diantarkan secara langsung ke lokasi bencana agar dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam pelaksanaannya, DPC IKM Pasir Penyu berkolaborasi dengan Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) yang diketuai Wel Darwaldi serta Keluarga Besar Rang Chaniago (KBRC) yang diketuai Samsul Hadi.
Kolaborasi ketiga organisasi ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Minangkabau di perantauan dalam merespons musibah yang menimpa saudara-saudara mereka di kampung halaman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus DPD IKM Inhu, yakni Ketua Yusmajoni, Sekretaris Ishak St. Mudo, dan Bendahara Riki Saputra. Kehadiran pengurus daerah menjadi bentuk dukungan terhadap inisiatif kemanusiaan yang digerakkan oleh DPC IKM Pasir Penyu.
Melalui kegiatan ini, IKM diharapkan tidak hanya menjadi wadah pemersatu masyarakat Minangkabau di perantauan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan kekeluargaan dan kepedulian sosial, khususnya ketika saudara-saudara di kampung halaman menghadapi musibah.
Aksi penggalangan dana ini menjadi bukti bahwa jarak tidak menghalangi kepedulian. Melalui kebersamaan dan solidaritas, masyarakat Minangkabau di perantauan berupaya hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana di Pesisir Selatan.
Bantuan yang terkumpul nantinya akan diantarkan langsung ke lokasi sebagai bentuk nyata kepedulian dan komitmen bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.(Afrina)




