Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com — Dalam semangat memperingati Hari Santri Nasional 2025, Ketua DPRD Kota Pasuruan, Muhamad Toyib, bersama Wakil Ketua DPRD II, Ismail Marzuki Hasan, SE, yang juga Ketua DPC PKB Kota Pasuruan, serta Wakil Ketua DPRD, M. Gatot Adidoyo, S.A.B dari Fraksi PDI Perjuangan, beserta seluruh anggota DPRD Kota Pasuruan dan Sekretariat DPRD, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh santri, kiai, dan pengasuh pondok pesantren di Kota Pasuruan dan sekitarnya.

Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober setiap tahunnya bukan hanya menjadi seremonial belaka, melainkan momentum untuk meneladani perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menanamkan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, dan cinta tanah air.
Ketua DPRD Kota Pasuruan, Muhamad Toyib, mengatakan bahwa santri memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa dan menjaga moralitas di tengah perkembangan zaman.
“Santri adalah simbol keikhlasan dan keteguhan dalam menegakkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Mereka bukan hanya penjaga agama, tetapi juga penggerak perubahan sosial di masyarakat. Di era digital saat ini, santri harus mampu beradaptasi, berinovasi, namun tetap menjaga akhlak dan keilmuan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD II Kota Pasuruan, Ismail Marzuki Hasan, SE, menegaskan bahwa pemerintah daerah dan DPRD akan terus memperjuangkan kepentingan pesantren dan kesejahteraan para santri agar dapat terus menjadi pilar pendidikan karakter bangsa.
“Pesantren adalah benteng moral dan pusat pembentukan karakter generasi muda. Kami di DPRD berkomitmen mendukung regulasi serta anggaran yang berpihak kepada penguatan lembaga pesantren di Kota Pasuruan,” tutur Ismail yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kota Pasuruan.
Hal senada disampaikan oleh M. Gatot Adidoyo, S.A.B, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Santri sebagai momentum memperkokoh semangat kebersamaan dan menjaga nilai-nilai kebhinekaan di tengah keberagaman bangsa.
“Santri adalah penjaga moral dan perekat kebangsaan. Nilai-nilai yang diwariskan oleh para ulama harus terus dijaga agar generasi penerus memiliki semangat nasionalisme yang kuat dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan,” ucap Gatot.
Seluruh anggota DPRD Kota Pasuruan bersama Sekretariat DPRD juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas dedikasi para santri dan ulama dalam membimbing umat menuju kehidupan yang damai, religius, dan berkeadilan. Mereka menilai bahwa kontribusi santri tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Santri hari ini adalah pemimpin masa depan. Mereka harus terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Semangat juang para santri harus menjadi inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat,” imbuh Ketua DPRD, Muhamad Toyib.
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kota Pasuruan menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan para santri dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat fondasi moral masyarakat. DPRD Kota Pasuruan berkomitmen untuk terus mendukung setiap langkah pembangunan yang berpihak kepada pendidikan keagamaan dan kemaslahatan umat.
“Atas nama pimpinan, seluruh anggota, dan Sekretariat DPRD Kota Pasuruan, kami mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2025. Semoga semangat jihad, ilmu, dan pengabdian para santri menjadi cahaya penerang bagi bangsa menuju Indonesia yang berkarakter, berkeadilan, dan bermartabat,” pungkas Muhamad Toyib.
Pewarta; Apin




