UJUNG BATU, SUARARAKYAT62 – Harapan keluarga agar Elma Esa Pramana (8) ditemukan dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Bocah kelas II sekolah dasar yang dilaporkan hanyut di Sungai Rokan, wilayah Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (11/1/2026) pagi sekitar pukul 07.20 WIB.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus ironi. Di usia yang masih sangat belia, Elma harus meregang nyawa akibat ganasnya arus sungai yang kerap menjadi lokasi bermain anak-anak. Padahal, masa kecil seharusnya diisi dengan keceriaan dan rasa aman, bukan berakhir tragis di aliran sungai.
Korban diketahui bernama Elma Esa Pramana, berdomisili di Perumahan Ria Mandiri Blok C.4, Jalan Melati, Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Ujung Batu. Ia merupakan pelajar kelas II sekolah dasar yang dikenal aktif dan ceria di lingkungan tempat tinggalnya.
Kapolsek Ujung Batu melalui laporan resminya menjelaskan bahwa jenazah korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga yang ikut melakukan pencarian di sekitar Jembatan Ngaso. Saat menyusuri aliran Sungai Rokan, salah seorang anggota keluarga melihat bagian tubuh yang mencurigakan di dekat pohon sawit di pinggir sungai.
“Setelah dipastikan bersama anggota keluarga lainnya, objek tersebut benar merupakan tubuh korban,” jelas Kapolsek.
Setelah penemuan itu, korban langsung dievakuasi bersama tim Basarnas dan dibawa ke Puskesmas Ujung Batu untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter jaga Puskesmas Ujung Batu, dr. Putri Arianti, korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak orang tua korban dengan berat hati menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan direncanakan akan dimakamkan di kampung halaman keluarga di Kisaran.
Dalam penanganan kejadian ini, Polsek Ujung Batu telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya mendatangi tempat kejadian perkara, membantu proses evakuasi jenazah, mencatat keterangan saksi, berkoordinasi dengan pihak puskesmas, serta melengkapi administrasi penolakan autopsi dan penyerahan jenazah kepada keluarga.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat. Polsek Ujung Batu mengimbau agar para orang tua lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat berada di sekitar sungai, parit besar, dan lokasi lain yang berpotensi membahayakan.
“Pengawasan orang tua sangat penting. Jangan biarkan anak bermain tanpa pendampingan di area yang berisiko tinggi. Musibah ini hendaknya menjadi pelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas pihak kepolisian.
Kepergian Elma Esa Pramana menjadi duka bagi keluarga sekaligus luka bagi masyarakat. Sebuah tragedi yang ironis, ketika keceriaan masa kecil harus terhenti oleh kelalaian dan bahaya alam yang kerap dianggap sepele.
(Humas Polres Rohul)




