Rokan Hulu, SuaraRakyat62.com – Pekerjaan semenisasi jalan menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Merangkai Artha Nusantara (PT.MAN) di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, memicu kekecewaan mendalam warga dan buruh setempat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Jalan Dipalang, Buruh PT.MAN Menjerit: Perut Kami Bukan Beton

Alih-alih membawa manfaat, proyek ini justru membuat roda ekonomi warga tersendat. Pemerintah desa memberlakukan pembatasan muatan maksimal 6 ton dan memasang palang besi di jalur utama. Akibatnya, kendaraan pengangkut tandan buah segar (TBS) dan operasional pabrik terhenti total.

“Kalau begini terus, kami mau makan apa? Perut kami bukan beton! Kami kerja harian, kalau nggak masuk, ya nggak ada uang,” keluh seorang buruh, Sabtu (9/8/2025).

Sejak palang dipasang, truk-truk sawit terparkir tak bergerak, pekerja pabrik kesulitan menuju tempat kerja, dan tidak tersedia jalur alternatif bagi kendaraan besar. Dampaknya, banyak buruh harian terpaksa menganggur sementara waktu.

Padahal, sejak awal wacana semenisasi muncul, warga telah mengingatkan agar pembangunan tidak disertai pembatasan tonase. Mereka mendukung perbaikan infrastruktur, namun menolak kebijakan yang menghambat pengangkutan hasil panen. Meski demikian, pembangunan jalan tetap berjalan dengan pembatasan ketat, memicu kemarahan warga.

Hingga berita ini diturunkan, operasional PKS PT.MAN lumpuh total. Warga mendesak Bupati Rokan Hulu segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini sebelum situasi semakin memanas.

 

 

Pewarta ; Esra