Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Menjadi seorang Kepala Desa bukan hanya tentang menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di balik tanggung jawab tersebut, ada kebanggaan lain yang dirasakan Mukhammad Anas Joyonegoro, Kepala Desa Kraton, Kabupaten Pasuruan, sebagai seorang ayah.

Kebanggaan itu datang ketika keempat putranya mampu menempuh pilihan hidup masing-masing, dengan jalan pendidikan dan pengabdian yang berbeda. Keempatnya adalah M. Syahrul Riansyah, Tirta Erlangga, M. Zhidane Ilham, dan M. Lutfi.
M. Syahrul Riansyah diketahui berkiprah di lingkungan Kodam V/Brawijaya. Sementara Tirta Erlangga menjalani pengabdian di Manokwari, Papua. Adapun M. Zhidane Ilham saat ini tengah menempuh pendidikan infanteri di Jember.
Berbeda dengan ketiga kakaknya, M. Lutfi memilih jalur pendidikan keagamaan. Ia menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Falah 2, Ploso, Mojo, Kediri.
Perbedaan pilihan tersebut menjadi bagian dari perjalanan masing-masing anak. Bagi Mukhammad Anas Joyonegoro, yang terpenting bukanlah kesamaan profesi maupun jalur kehidupan, melainkan bagaimana keempat putranya dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki tanggung jawab serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Selama menjalankan amanah sebagai kepala desa, Anas mengaku terus berupaya memberikan pendidikan, arahan, dan teladan kepada anak-anaknya. Ia pun bersyukur karena masing-masing putranya memiliki kesempatan untuk menentukan jalan kehidupan sesuai pilihan dan kemampuan mereka.
“Rasa syukur tentu kami panjatkan. Selama menjabat sebagai kepala desa, saya bersyukur anak-anak bisa menempuh jalan mereka masing-masing, ada yang mengabdi kepada negara dan ada yang mendalami ilmu agama,” ungkap Anas.
Empat putra tersebut kini menjalani perjalanan yang berbeda. Ada yang mengabdikan diri melalui institusi negara, ada yang menjalani pendidikan kemiliteran, dan ada pula yang memilih memperdalam ilmu agama di lingkungan pesantren.
Kisah keluarga ini menjadi potret sederhana tentang harapan orang tua terhadap masa depan anak. Bagi Anas, keberhasilan dalam mendidik anak bukan semata-mata diukur dari profesi atau jabatan yang mereka raih, tetapi juga dari kemampuan mereka memilih jalan hidup, bertanggung jawab atas pilihannya, serta menjaga nilai pendidikan dan pengabdian.
Sebagai seorang kepala desa, Anas tetap memiliki tanggung jawab untuk melayani masyarakat. Namun sebagai seorang ayah, ia juga menyimpan harapan agar keempat putranya dapat terus berkembang dan menjalani pilihan masing-masing dengan penuh tanggung jawab.
Empat anak, empat jalan kehidupan. Meski berbeda arah, semuanya diharapkan tetap memiliki satu tujuan yang sama: menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
Penulis : Abdul Khalim




