Pasuruan, Suararakyat62.com – Sebuah video yang viral di media sosial pada Rabu, 12 November 2025, telah memicu keprihatinan mendalam terkait pelayanan di RSUD Grati, Pasuruan. Dalam video singkat tersebut, seorang individu merekam kondisi jenazah pasien yang diduga terlantar di lantai 2 rumah sakit. Sambil merekam, suara dalam video terdengar mengungkapkan kekecewaannya, “Rumah sakit cap opo iki pasien wes mati nye’le’ kereta dorong dari lantai dua ke bawah ae ndak boleh endi petugase” (Rumah sakit cap apa ini, pasien sudah meninggal, pinjam kereta dorong dari lantai dua ke bawah saja tidak boleh, mana petugasnya), ungkapnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
RSUD Grati dalam Sorotan, Dugaan Penelantaran Pasien Meninggal Mencuat ke Publik

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius tentang standar operasional dan respons rumah sakit terhadap pasien yang meninggal dunia. Bagaimana mungkin jenazah bisa terlantar tanpa penanganan yang layak? Apa yang menyebabkan keterlambatan dalam proses evakuasi jenazah?

Konfirmasi telah diupayakan kepada Deby, Humas RSUD Grati Kamis 13-November-2025  untuk mendapatkan klarifikasi mengenai kebenaran video tersebut serta tanggapan pihak rumah sakit. Sayangnya, hingga saat ini, belum ada jawaban atau pernyataan resmi yang diberikan oleh pihak Humas/Rumah Sakit, yang semakin menambah kekhawatiran dan spekulasi di kalangan masyarakat.

Menanggapi kejadian ini, Jim Hutabarat, Ketua DPPLSM GERAH sekaligus aktivis pengamat kebijakan, memberikan pernyataan yang cukup kritis. “Ini adalah tamparan keras bagi dunia kesehatan kita, khususnya di RSUD Grati. Penelantaran jenazah adalah tindakan yang tidak manusiawi dan menunjukkan lemahnya koordinasi serta standar pelayanan yang buruk,” ujarnya.

Hutabarat menambahkan, “Pihak rumah sakit tidak bisa hanya diam. Mereka harus segera memberikan penjelasan yang transparan dan akuntabel. Jika terbukti ada kelalaian, sanksi tegas harus diberikan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab. Ini bukan hanya soal citra rumah sakit, tapi juga soal rasa keadilan bagi keluarga pasien dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.”

Kasus ini menjadi momentum penting bagi evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di RSUD Grati. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik. Masyarakat berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan langkah-langkah apa yang akan diambil oleh pihak rumah sakit untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Penting bagi RSUD Grati untuk segera memberikan penjelasan yang komprehensif dan mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki kualitas pelayanan. Jika tidak, citra rumah sakit akan terus tercoreng dan kepercayaan masyarakat akan semakin menurun.

 

Pewarta: Apin/Red