PASURUAN, SUARARAKYAT62.COM – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kandangsapi, Kota Pasuruan, Selasa (3/3), menuai sorotan. Paket yang diterima siswa terdiri dari telur dalam kondisi pecah/remuk, roti kemasan, jeruk, serta jambu yang tampak bercacat pada bagian kulitnya.

Dari dokumentasi yang diterima redaksi, telur terlihat retak hingga pecah, sementara salah satu buah menunjukkan bercak kehitaman. Meski secara kasat mata masih bisa dikonsumsi, kondisi tersebut memantik pertanyaan soal standar kualitas dan kontrol distribusi makanan untuk anak-anak sekolah dasar.
Program MBG sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa. Namun, jika kualitas bahan yang diberikan tak melalui seleksi ketat, kekhawatiran publik bukan tanpa alasan. Orang tua berharap makanan yang dibagikan benar-benar layak, higienis, dan memenuhi standar gizi, bukan sekadar menggugurkan kewajiban program.
Pihak sekolah maupun penyedia diharapkan melakukan evaluasi, terutama dalam pengecekan kualitas sebelum dibagikan ke siswa. Sebab berbicara soal konsumsi anak-anak, tak boleh ada kompromi.
Jika menu seperti ini terus berulang, publik patut bertanya: apakah pengawasan sudah berjalan maksimal, atau program ini hanya sebatas seremonial angka distribusi?
Penulis : Abdul Khalim




