Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com –Kegiatan pemantauan trotoar dan drainase yang secara terpadu dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan telah menjadi langkah signifikan dan strategis dalam upaya peningkatan kualitas pemeliharaan infrastruktur prasarana kota. Kegiatan yang mencakup seluruh 4 kecamatan di Kota Pasuruan bukan hanya sekadar aktivitas teknis yang dijalankan oleh instansi pemerintah, melainkan juga wujud nyata komitmen untuk mendengar kebutuhan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, aman, serta berkelanjutan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Pemantauan Trotoar dan Drainase se-Kota Pasuruan, Langkah Krusial Khusus Untuk Pemeliharaan Rutin Infrastruktur

Dari sisi analisis teknis, pemantauan ini menjadi landasan penting untuk mengidentifikasi titik lemah pada jaringan trotoar dan drainase yang membutuhkan perbaikan mendesak. Berdasarkan data awal jumlah jalan kota adalah 121 ruas, sedang trotoar dan drainasenya masih dalam kondisi kurang baik sekitar 38 persen.an, dengan masalah retak, tidak rata, atau hilang sebagian, yang tidak hanya mengganggu akses pejalan kaki umum, tetapi terutama memberikan tantangan bagi lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Masalah ini juga menimbulkan risiko kecelakaan yang tidak kecil, seperti terjatuh atau tergelincir.

Sementara itu, kurang lebih 28 persen saluran drainase di kota tercatat terhalang oleh sampah atau rusak, yang menyebabkan genangan air luas selama musim hujan. Genangan ini tidak hanya mengganggu mobilitas dan kenyamanan, tetapi juga berpotensi merusak properti dan menjadi sarang penyakit menular seperti demam berdarah.

Yang paling penting, pemantauan ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam pengelolaan infrastruktur, dari pendekatan reaktif menjadi proaktif. Sebelumnya, pemeliharaan seringkali hanya dilakukan setelah masalah muncul dan memberikan dampak serius, yang menyebabkan pengeluaran anggaran lebih besar dan waktu penanggulangan lebih lama.

Dengan melakukan pemantauan teratur, Dinas PUPR dapat merencanakan pemeliharaan berkala maupun rutin secara terarah, mengalokasikan anggaran lebih efisien, dan mencegah masalah yang lebih besar di masa depan. Infrastruktur yang terawat bukan hanya tanda kota maju, melainkan juga investasi jangka panjang dalam kesejahteraan dan keselamatan warga.

Dalam wawancara eksklusif dengan tim Suararakyat62.com, Roni Abas,ST.,MT, selaku Kepala Bidang (Kabid) PUPR Kota Pasuruan menyampaikan,”Menurut saya, pemantauan trotoar dan drainase ini bukan hanya tugas teknis, melainkan investasi emosional kepada warga,” ujarnya dengan nada tegas.

Dia juga menambahkan,”Saya melihat banyak kota yang hanya memperhatikan infrastruktur baru tanpa memperhatikan pemeliharaan yang sudah ada, itu seperti membangun rumah cantik tapi tidak membersihkannya. Kita tidak mau itu terjadi di Pasuruan. Dengan pemantauan ini, kita ingin menunjukkan bahwa pemerintah peduli secara nyata terhadap kenyamanan setiap warga, tidak peduli di mana mereka tinggal. Bahkan, saya yakin bahwa langkah ini akan membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, karena mereka melihat bahwa kita tidak hanya bicara, tapi juga bertindak dengan terara,”ucapnya.

Roni juga menekankan,”Selain adanya aplikasi SIGAP dan grup WA infrastruktur yang beranggotakan dari Kelurahan dan Kecamatan yang sangat saya hargai juga adalah partisipasi masyarakat selama pemantauan. Mereka bukan hanya objek yang diteliti, tapi juga pemangku kepentingan utama yang memberikan masukan berharga. Tanpa mereka, kita tidak akan bisa mengidentifikasi masalah dengan akurat. Jadi, untuk saya, kegiatan ini adalah bukti bahwa pengelolaan kota harus dilakukan bersama-sama,” tandasnya.

Selain pandangan dari Kabid PUPR, partisipasi masyarakat dalam proses pemantauan memiliki nilai strategis. Ketika petugas melakukan observasi lapangan, mereka aktif mendengarkan masukan dan keluhan warga yang paling memahami kondisi infrastruktur di sekitar tempat tinggal. Hal ini membuat kebijakan pemeliharaan lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan aktual, serta menumbuhkan rasa kepemilikan di antara masyarakat.

Harapannya, hasil pemantauan akan segera diubah menjadi rencana aksi konkret yang terjadwal dan terukur. Pemerintah daerah perlu memastikan transparansi dalam pelaksanaan dan pengawasan anggaran, serta melakukan pemantauan berkala agar hasil pemeliharaan tetap berkelanjutan.

Dengan demikian, kegiatan pemantauan trotoar dan drainase sekota Pasuruan ini bukan hanya menjadi wujud komitmen pemerintah, melainkan juga langkah awal krusial menuju Kota Pasuruan yang lebih terstruktur, nyaman, aman, dan layak huni bagi seluruh warga.

 

(Tim)