SUARARAKYAT62, ROKAN HULU – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rohul mengikuti tradisi adat Potang Balimau Kasai dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.


Tradisi yang sarat nilai religius dan budaya ini berlangsung khidmat dan meriah di Pujasera Batang Lubuh, Pasir Pengaraian, Selasa (17/02/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Rohul Anton, S.T., MM didampingi Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., MM, Sekretaris Daerah M. Zaki, S.STP., M.Si, Ketua DPRD Hj. Sumiartini, Ketua TP PKK dr. Yeni Dwi Putri, Ketua GOW Hj. Masni Taher, Ketua DWP Rohul Siska Irdaningsih, S.H., unsur Forkopimda, para Staf Ahli, Asisten, serta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Rokan Hulu.

Turut hadir Ketua MKA LAMR Rohul Datuk Seri Drs. H. Yusmar Gelar Sutan Sulembang Rokan, para Raja di Lima Luhak, datuk ninik mamak, para bangsawan, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat lainnya.
Pelaksanaan Potang Balimau tahun ini memiliki makna khusus karena menjadi momen perdana di masa kepemimpinan Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti. Tradisi ini merupakan ritual adat turun-temurun masyarakat Melayu sebagai simbol pensucian diri lahir dan batin menjelang Ramadhan.

Dalam sambutannya, Bupati Anton menyampaikan bahwa Potang Balimau bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi diri dan momentum mempererat ukhuwah.
“Momen ini sekaligus menjadi komitmen pemerintah untuk terus melestarikan adat dan budaya sebagai jati diri daerah, sekaligus menguatkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Bupati Anton.

Bang Anton, sapaan akrabnya, juga menyampaikan refleksi perjalanan pembangunan di Rohul yang belum sepenuhnya dapat memenuhi seluruh harapan masyarakat karena keterbatasan fiskal APBD.
“Dalam suasana Potang Balimau ini saya sampaikan mohon maaf kepada seluruh masyarakat Rohul. Namun yakinlah, ikhtiar tidak akan pernah berhenti. Kami terus berupaya menguatkan potensi daerah, mendorong kemitraan dengan swasta, mengoptimalkan CSR, serta meningkatkan efisiensi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MKA LAMR Rohul Datuk Seri Drs. H. Yusmar, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan Potang Balimau menjadi wadah memperkuat silaturahmi antar masyarakat.
“Semoga tradisi Potang Balimau ini dapat mempererat ukhuwah Islamiah, menumbuhkan semangat kebersamaan, dan menjadi pengingat untuk meningkatkan iman serta taqwa dalam menjalani ibadah Ramadhan,” ujarnya singkat.
Puncak acara ditandai dengan prosesi Bolimau Adat, yakni tradisi pembersihan diri lahir dan batin sebagai wujud syukur, penguatan nilai spiritual, serta pelestarian kearifan lokal dalam menjaga warisan budaya.
Suasana kebersamaan dan kekhidmatan tampak mewarnai kegiatan tersebut, sebagai simbol kesiapan masyarakat Rohul menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh hikmat.
(Galeri/Esra)




