Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Sejumlah petani di Desa Slambrit dan Jeruk, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan mengaku resah lantaran harga pupuk di salah satu kios resmi di wilayah mereka belum menyesuaikan dengan harga eceran tertinggi (HET) terbaru, Rabu (5/11).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Petani Resah, Kios Pupuk di Slambrit Diduga Tidak Turunkan Harga

Kios pupuk milik HIS, yang berlokasi di Desa Slambrit, Kecamatan Kraton, diduga masih menggunakan harga lama, padahal berdasarkan kebijakan pemerintah per 22 Oktober 2025, harga pupuk bersubsidi telah mengalami penurunan sekitar 20 persen dari harga sebelumnya.

“Bagaimana bisa menebus ke Gapoktan kalau kalau harga lama dipakai. Kios menjual Urea perkarung (50 kg) 130 ribu. Sedangkan didesa yang lain seperti Sidogiri, Klampisan dan Ngabar 90 ribu,’ keluh petani di Desa Jeruk.

Beberapa bulan yang lalu sempat ada gejolak berkaitan dengan pendistribusian pupuk Kios milik HIS yang tidak memenuhi kebutuhan Petani. Namun saat ini Petani dibikin resah lagi dengan harga yang tidak kunjung turun.

Ketua Gapoktan Desa Jeruk, yang mewakili petani setempat, telah menyampaikan keluhan tersebut kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kraton agar segera ditindaklanjuti. Ia menilai, ketidakpatuhan terhadap ketentuan HET bisa merugikan petani yang tengah menghadapi musim tanam.

“Kami sudah menyampaikan laporan ke PPL, karena petani merasa dirugikan. Pemerintah sudah menetapkan harga turun, tapi kios masih jual mahal,” ujar Ketua Gapoktan Desa Jeruk.

Para petani berharap Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan segera turun tangan melakukan pengecekan dan memberikan sanksi tegas bila ditemukan pelanggaran terhadap aturan harga pupuk bersubsidi.

Belum ada tanggapan resmi dari HIS berkaitan dengan peristiwa tersebut sampai berita ini ditulis. Meskipun awak media berupaya mengkonfirmasi HIS melalui sambungan telepon.

 

 

Penulis : Abdul Khalim