SUARARAKYAT62,PASURUAN — Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Blandongan, Kota Pasuruan, kembali menjadi perhatian. Paket yang dibagikan kepada siswa terdiri dari bakpao, jeruk, tahu bakso, dan tahu goreng, Rabu (4/3).

Secara kasat mata, menu tersebut didominasi olahan tepung dan kedelai, dengan satu buah jeruk sebagai pelengkap vitamin. Pertanyaannya, apakah komposisi ini sudah memenuhi prinsip gizi seimbang bagi anak usia sekolah?
Bakpao sebagai sumber karbohidrat, tahu bakso dan tahu goreng sebagai protein nabati (ditambah sedikit unsur hewani dari bakso), memang memberi asupan energi.
Namun, minimnya variasi sayur dan lauk protein hewani segar bisa menjadi catatan tersendiri dalam evaluasi kualitas MBG.
Selain itu, kemasan plastik sederhana tanpa wadah ramah lingkungan juga berpotensi menambah persoalan limbah, apalagi jika terjadi setiap hari dalam jumlah besar.
Program MBG sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan konsentrasi belajar siswa. Maka, publik tentu berharap standar menu tak sekadar “mengenyangkan”, tetapi benar-benar memperhatikan keseimbangan nutrisi.
Jika pola seperti ini berlangsung terus-menerus, evaluasi menyeluruh dari pihak terkait menjadi kebutuhan, bukan sekadar opsi. Suara Rakyat bertanya, Ini makan bergizi atau sekadar bagi-bagi kenyang?
Penulis : Abdul Khalim




