Kolaborasi Multihak Ciptakan Ruang Publik Sehat, Pererat Persaudaraan, dan Dongkrak Potensi UMKM Lokal

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Sejarah Baru Krapyakrejo Lurah Bayu Wika Resmikan Car Free Day, Warga Nikmati Sunmori dengan Latar Persawahan Dalam Kota

Pasuruan, SuaraRakyat62.com

Udara pagi yang sejuk berpadu dengan hamparan persawahan hijau membentang luas serta siluet pegunungan yang menjulang tenang di ufuk utara, menjadi latar bersejarah bagi warga Kelurahan Krapyakrejo. Pada Minggu 12 Juli 2026, Jalan Jolondriyo mencatat tonggak baru, untuk pertama kalinya, ruas jalan yang sebelumnya menjadi jalur lalu lintas kendaraan bermotor, bertransformasi menjadi ruang publik ramah warga dalam penyelenggaraan Car Free Day (CFD) perdana. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Lurah Krapyakrejo, Bapak Bayu Wika, dan disambut antusias oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

Penyelenggaraan CFD perdana ini merupakan hasil kesepakatan bersama dan sinergi yang solid antara Pemerintah Kelurahan Krapyakrejo, Karang Taruna setempat, tokoh masyarakat, serta dukungan penuh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Merdeka (UNMER) angkatan 26. Sejak pukul 06.00 WIB, warga mulai berdatangan secara bergelombang. Berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, ibu rumah tangga, hingga warga lanjut usia, hadir dengan semangat yang sama: sejenak melepaskan rutinitas harian untuk menikmati anugerah alam sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Rangkaian acara dibuka secara resmi dengan penandatanganan prasasti peresmian oleh Bapak Lurah Bayu Wika, dilanjutkan dengan senam pagi bersama yang dipandu dengan penuh semangat oleh Ibu Dewi. Kegiatan yang berlangsung selama satu jam di tepi persawahan ini tidak hanya bertujuan menyehatkan jasmani, tetapi juga menjadi media untuk merajut kebersamaan yang selama ini mungkin terpendam akibat kesibukan masing-masing warga. Gerakan serentak yang diiringi musik semangat menciptakan suasana harmonis yang jarang ditemukan di hiruk-pikuk aktivitas perkotaan.

Setelah sesi senam usai, suasana semakin hidup dengan beragam kegiatan yang disiapkan panitia. Anggota Karang Taruna, di antaranya Mas Dana, menyiapkan area khusus bermain dan mewarnai gambar dengan tema keceriaan serta kebersamaan, yang langsung menjadi pusat perhatian anak-anak. Gelak tawa dan sorak gembira mereka bergema sepanjang jalan, bercampur dengan obrolan hangat para orang tua yang saling berbagi cerita. Di sisi lain ruas jalan, Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tertata rapi, menampilkan beragam produk unggulan warga mulai dari kuliner khas daerah, jajanan tradisional, minuman segar, hingga karya seni lukisan lokal. Penyelenggaraan bazar ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan sosial dapat berjalan beriringan dengan upaya pemberdayaan ekonomi, membuka peluang bagi pelaku usaha mikro untuk memperluas jangkauan pasar, baik bagi warga setempat maupun pengunjung dari luar kelurahan.

 

Sepanjang acara berlangsung, keamanan dan ketertiban terjaga dengan baik berkat pengawalan ketat dari petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas). Bapak Lurah Bayu Wika terlihat aktif membaur bersama warga, menyapa setiap peserta, dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Banyak warga memilih bertahan hingga menjelang waktu siang, enggan bergegas meninggalkan ketenangan dan kehangatan suasana yang ditawarkan CFD perdana ini.

 

Dalam keterangan persnya, Khumaidi selaku Ketua Panitia Penyelenggara menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan kegiatan perdana ini. “CFD Krapyakrejo bukan sekadar upaya menutup akses jalan bagi kendaraan bermotor. Lebih dari itu, ini adalah simbol kebangkitan semangat hidup sehat, pengamalan nilai gotong royong yang tidak pernah pudar, serta langkah nyata untuk memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki masyarakat kita,” ujarnya. “Kolaborasi yang terjalin erat antara pemerintah kelurahan, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga hari ini membuktikan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama dapat melahirkan manfaat yang luar biasa besar.”

 

Sementara itu, Bapak Lurah Bayu Wika dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemerintah Kelurahan Krapyakrejo untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin yang berkelanjutan. “Kita tidak menginginkan CFD ini hanya menjadi kenangan manis di satu hari tertentu. Ke depannya, momen ini akan kita jadikan agenda rutin yang selalu dinantikan oleh seluruh warga,” tegasnya. “Tujuan utama kita adalah menciptakan ruang publik yang inklusif, tempat di mana warga dapat menyehatkan raga, mempererat tali persaudaraan, serta merasakan manfaat ekonomi dan sosial secara merata, tanpa terkecuali.”

 

Saat matahari mulai naik lebih tinggi dan menyinari hamparan persawahan yang semakin berkilau, Jalan Jolondriyo perlahan kembali ke fungsi utamanya sebagai jalur lalu lintas. Namun, lebih dari sekadar kembalinya aktivitas kendaraan, terdapat warisan berharga yang tertinggal dari peristiwa bersejarah ini: semangat baru untuk terus bersinergi, kehangatan hubungan sosial yang semakin terjaga, serta keyakinan bahwa kesejahteraan bersama dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat bergerak secara bergandengan tangan. Keberhasilan CFD perdana Krapyakrejo menjadi bukti bahwa di tengah perkembangan zaman, kearifan lokal, kebersamaan, dan penghargaan terhadap alam tetap dapat menjadi pondasi kuat untuk membangun daerah yang lebih baik.

 

Yus Min