Madiun, SuaraRakyat62.com – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam sekaligus menjaga kelestarian budaya leluhur, masyarakat Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun menggelar tradisi tahunan Bersih Desa, Jumat Legi (18/7/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Madiun 457 Tahun, Pagelaran Wayang Kulit sebagai Penutup

Tradisi Bersih Desa merupakan warisan budaya yang sarat makna. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas berkah panen, kesehatan, dan kesejahteraan yang telah diterima selama satu tahun, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memohon keselamatan dan kedamaian bagi seluruh warga desa.

Rangkaian acara diawali dengan kegiatan bersih-bersih makam leluhur dan tokoh masyarakat yang dihormati, sebagai simbol pembersihan diri dan lingkungan dari energi negatif atau gangguan. Warga juga mengadakan kenduri dan pengajian di Balai Desa Kepel sebagai bagian dari ritual spiritual dan kebersamaan.

Pada hari Minggu (20/7/2025), kegiatan puncak digelar dalam bentuk pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan menampilkan dalang kondang asal Rembang, Ki Sigit Ariyanto, S.Sn, yang membawakan lakon “Wahyu Pamong Sejati.”

Acara berlangsung meriah dan penuh khidmat. Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, Camat Kare Alviantoro, anggota DPRD Kabupaten Madiun, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Kare.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kepel, Sungkono, S.Sos, menyampaikan rasa syukurnya atas kekompakan masyarakat yang turut menyukseskan acara ini.

“Alhamdulillah, malam ini terasa sangat meriah. Kekompakan warga Desa Kepel luar biasa. Selain memperingati Tahun Baru Islam, ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-457,” ujar Sungkono.

Sementara itu, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto memberikan apresiasi tinggi atas prestasi Desa Kepel yang dinilai berhasil menjadi desa mandiri tingkat nasional, serta mampu menjaga semangat gotong royong dalam pembangunan.

“Saya sangat mengapresiasi pemerintah Desa Kepel yang terus menjaga semangat kebersamaan. Ini sejalan dengan visi Kabupaten Madiun yang ‘Bersahaja’,” ungkap Bupati.

Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang taat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tepat waktu, panitia juga membagikan doorprize kepada warga.

Melalui kegiatan Bersih Desa ini, masyarakat Desa Kepel berharap agar desa senantiasa dijauhkan dari musibah, serta dilimpahi kedamaian dan kesejahteraan. Suasana guyub rukun yang tercipta diharapkan dapat terus mengakar sebagai fondasi kuat dalam membangun desa yang aman, damai, dan makmur.

 

 

Pewarta ; Puryadi