SUARARAKYAT62, PONOROGO – SMK Negeri 2 Ponorogo terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui kemitraan strategis dengan dunia industri. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kerja sama dengan Waringin Hospitality Hotel Group dalam kegiatan Penguatan Budaya Kerja dan Standar Pelayanan Industri Perhotelan yang dirangkai dengan seleksi Kelas Industri, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Ponorogo tersebut diikuti oleh 72 siswa kelas X Konsentrasi Keahlian Perhotelan. Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun keselarasan (link and match) antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri perhotelan yang terus berkembang.
Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter dan budaya kerja yang sesuai dengan tuntutan industri.
“Melalui kolaborasi bersama Waringin Hospitality, kami ingin siswa memahami langsung budaya kerja profesional yang diterapkan di industri. Mereka harus memiliki disiplin, etos pelayanan, kemampuan komunikasi, serta kesiapan mental untuk menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Menurut Suryanto, keberadaan Kelas Industri menjadi sarana penting untuk mendekatkan proses pembelajaran dengan praktik nyata di lapangan. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai standar kompetensi dan profesionalisme yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pembekalan mengenai budaya kerja, standar pelayanan, serta berbagai kompetensi yang harus dimiliki tenaga kerja di sektor hospitality. Selain keterampilan teknis, industri perhotelan juga menuntut kemampuan bekerja sama dalam tim, tanggung jawab, ketelitian, serta orientasi pada kepuasan pelanggan.
Sementara itu, Corporate HRM Waringin Hospitality Hotel Group, Haidar Anash Rullah, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami memandang pendidikan vokasi sebagai mitra strategis dalam mencetak tenaga kerja profesional. Melalui Kelas Industri, siswa dapat mengenal standar kerja dan budaya industri lebih awal sehingga memiliki kesiapan kompetensi maupun mental kerja saat memasuki dunia profesional,” ungkapnya.
Haidar menambahkan bahwa kemitraan antara sekolah dan industri tidak hanya sebatas kegiatan pembelajaran, tetapi juga dapat berkembang menjadi ekosistem yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, termasuk akses informasi rekrutmen dan peluang karier di jaringan hotel yang berada di bawah naungan Waringin Hospitality.
Selain mendukung program Kelas Industri, Waringin Hospitality juga memiliki program beasiswa bagi siswa berprestasi di Jawa Timur sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Bagi SMK Negeri 2 Ponorogo, kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi. Seleksi Kelas Industri menjadi momentum bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, baik dari sisi akademik, keterampilan, maupun karakter profesional.
Melalui sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan dunia industri, SMK Negeri 2 Ponorogo optimistis mampu melahirkan generasi muda yang siap bekerja, siap berkembang, dan siap menjawab kebutuhan industri perhotelan di masa depan.
Sekolah menyiapkan kompetensi, industri menghadirkan pengalaman, dan kolaborasi membuka peluang. Dari pendidikan vokasi, lahir talenta muda profesional yang siap bersaing di dunia kerja.(insan)




