Ngawi, SuaraRakyat62.com – Kondisi infrastruktur di jalur utama Solo–Ngawi semakin memprihatinkan. Lubang-lubang jalan yang tersebar di wilayah Kecamatan Mantingan, Karanganyar, hingga Widodaren kini menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Jalur nasional yang seharusnya menjadi penghubung utama antarprovinsi itu justru kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Tambal Sulam Gagal, Jalan Nasional Solo–Ngawi Jadi Ancaman Nyata

Kerusakan jalan diperparah dengan pola perbaikan tambal sulam yang dinilai tidak efektif. Memasuki puncak musim hujan, lubang-lubang baru terus bermunculan, bahkan di titik-titik vital dengan arus lalu lintas tinggi. Kondisi ini menimbulkan keresahan, khususnya bagi pengendara roda dua dan kendaraan angkutan barang.

Puncak kekecewaan warga terjadi pada pertengahan Januari 2026. Sejumlah pemuda di Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan nasional. Aksi tersebut direkam warga, viral di media sosial, dan menjadi simbol kritik keras terhadap lambannya penanganan kerusakan jalan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ngawi, Feligia Agit Hendiadi, menyatakan keprihatinan sekaligus kegeramannya. Ia menegaskan bahwa jalur Solo–Ngawi merupakan urat nadi transportasi yang tidak boleh dibiarkan rusak berlarut-larut.

“Kondisi jalan nasional yang penuh lubang ini menjadi perhatian serius kami. Sangat wajar jika masyarakat mengeluh, bahkan sampai melakukan aksi protes, karena ini menyangkut keselamatan dan nyawa pengguna jalan,” tegas Agit, Sabtu (31/1/2026).

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu juga memastikan pihaknya telah melakukan langkah koordinasi cepat. Mengingat status jalan tersebut merupakan jalan nasional, kewenangan perbaikannya berada di tangan pemerintah pusat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ngawi agar segera menyampaikan surat resmi ke kementerian terkait. Harapannya, penanganan dilakukan secara serius dan permanen, bukan lagi sekadar tambal sulam,” pungkasnya.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum kondisi jalan semakin memburuk dan kembali memakan korban kecelakaan.

 

 

(PR)