Ponorogo, SuaraRakyat62.com – Kebiasaan menabung sejak usia dini terus ditanamkan Pemerintah Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, melalui program “Ayo Giat Menabung”. Memasuki tahun ke-11 pelaksanaannya, program tersebut kembali menunjukkan hasil positif dengan terkumpulnya tabungan sebesar Rp122,4 juta dari 129 peserta yang mayoritas merupakan siswa sekolah dasar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
11 Tahun Konsisten, Desa Bringinan Buktikan Uang Receh Bisa Bentuk Karakter Anak

Hasil tabungan selama satu tahun itu dibuka secara bersama-sama dalam kegiatan bongkar tabungan massal yang digelar di Rumah Baca Bringinan, Kamis (9/7/2026). Program tersebut telah menjadi agenda tahunan yang bertujuan menanamkan budaya hidup hemat dan membangun karakter anak sejak usia dini.

Kepala Desa Bringinan, Barno, mengatakan mempertahankan sebuah program yang telah berjalan lebih dari satu dekade merupakan tantangan tersendiri. Namun, berkat dukungan masyarakat dan konsistensi pemerintah desa, program tersebut tetap berjalan hingga sekarang.

“Alhamdulillah, program ini sudah berjalan selama 11 tahun. Harapan kami dari pemerintah desa, program ini bisa berjalan selama-lamanya. Karena membuat suatu program itu kadang gampang, tetapi yang sulit adalah mempertahankannya,” ujar Barno saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).

Barno menjelaskan, Program Ayo Giat Menabung merupakan salah satu dari lima program pemberdayaan masyarakat yang lahir dari Rumah Baca Bringinan. Selain menabung, desa juga mengembangkan program Ajar Bahasa Jawa, Ayo Giat Membaca, Bringinan Bebas Satru, serta Bringinan Bebas Gangguan Jiwa.

Menurutnya, dari berbagai program tersebut, gerakan menabung menjadi salah satu yang paling konsisten dan mendapat respons positif dari masyarakat.

“Kelima program itu lahir dari rumah baca. Alhamdulillah, yang sampai saat ini berjalan sangat efektif adalah program menabung. Program Bringinan Bebas Gangguan Jiwa juga masih berjalan, hanya saja karena sudah tidak ada atau hanya sedikit warga dengan gangguan jiwa, kegiatannya tidak begitu mencolok,” katanya.

Barno mengakui jumlah peserta tahun ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan adanya perubahan kebijakan yang membatasi peserta hanya untuk anak-anak tingkat sekolah dasar.

“Saya lihat dari tahun kemarin memang menurun karena satu hal, yaitu keterbatasan usia. Sekarang peserta Ayo Menabung hanya sampai tingkat SD. Dulu anak SMP dan SMA juga boleh ikut, sekarang hanya SD,” jelasnya.

Meski demikian, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Selain berasal dari Desa Bringinan, program tersebut juga diikuti anak-anak dari enam kecamatan lain di Kabupaten Ponorogo, yakni Kecamatan Jambon, Balong, Kauman, Sukorejo, Jetis, dan Slahung.

Barno menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar mengumpulkan uang, melainkan membentuk karakter anak agar terbiasa hidup hemat dan menghargai nilai setiap rupiah yang dimiliki.

“Kenapa program ini perlu dilestarikan? Karena sederhana, tetapi manfaatnya besar. Kami ingin melatih anak-anak lebih menghargai uang, terutama nominal kecil seperti Rp500 yang terkadang diletakkan begitu saja. Padahal dari hal-hal kecil itulah kalau dikumpulkan hasilnya bisa besar. Jangan pernah menyepelekan sesuatu yang kecil,” tegasnya.

Pada pelaksanaan tahun 2026, sebanyak 129 peserta berhasil mengumpulkan tabungan dengan total mencapai Rp122,4 juta. Rata-rata setiap peserta menabung sekitar Rp900 ribu selama satu tahun, sementara tabungan tertinggi mencapai Rp4,2 juta yang berasal dari satu kotak tabungan.

Keberhasilan Program Ayo Giat Menabung menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Pemerintah Desa Bringinan berharap program tersebut terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya hemat, mandiri, dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda.

 

(Wardoyo)