Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Aksi nekat pelemparan bom molotov ke Pos Lantas Pandaan, Kabupaten Pasuruan, berhasil diungkap aparat kepolisian. Pelaku berinisial JRF (26), warga Lamongan, ditangkap pada Senin (1/9/2025) setelah aksinya terekam kamera pengawas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Polres Pasuruan Amankan Pelaku Pelemparan Bom Molotov ke Pos Pandaan

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.12 WIB. Petugas jaga mendengar suara pecahan botol di depan pos, disusul nyala api di dua titik. Beruntung api segera dipadamkan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan serius.

Kapolsek Pandaan, Kompol Bambang Sucahyono, mengungkapkan pelaku melakukan aksinya karena frustrasi.

“Yang bersangkutan mengaku ingin berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi, namun tidak memiliki biaya. Akhirnya dia melampiaskannya di pos polisi,” ujar Bambang, Selasa (2/9).

Hasil penyelidikan melalui rekaman CCTV dan kamera milik Dinas Perhubungan berhasil mengidentifikasi pelaku. Polisi juga menemukan unggahan di media sosial JRF yang menunjukkan keterlibatannya dalam pelemparan molotov.

Berbekal bukti tersebut, tim gabungan bergerak cepat dan berhasil menangkap JRF di sebuah kafe kawasan Pandaan sekitar pukul 16.40 WIB. Saat diperiksa, pelaku mengakui seluruh perbuatannya.

Oplus_0

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain pecahan botol kaca, satu unit sepeda motor, pakaian, helm, serta dua telepon genggam. Semua barang bukti kini diamankan untuk kepentingan penyidikan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Irawan, menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi aksi yang membahayakan keselamatan publik.

“Kami akan menindak tegas setiap upaya yang mengancam ketertiban umum. Pasal yang disangkakan adalah Pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegasnya.

Seorang warga Pandaan, Nur Kholis, mengaku resah dengan insiden tersebut.

“Kami sebagai masyarakat tentu khawatir kalau ada aksi seperti ini. Untung petugas cepat bertindak,” ujarnya.

Polisi masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam aksi pelemparan molotov tersebut.

 

 

Pewarta; Zen