Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Dalam upaya memperkuat benteng moral generasi muda dari ancaman narkotika di tengah derasnya arus digitalisasi, Pemerintah Kota Pasuruan bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pasuruan menggelar Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkotika di SMP Negeri 11 Kota Pasuruan, Senin (27/10/2025).

Kegiatan bertema “Narkoba dan Generasi Digital: Ancaman di Era Teknologi” ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pasuruan H. M. Nawawi, S.Kom., M.M. (Mas Nawawi), Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kota Pasuruan Imam Subekti, Anggota DPRD Kota Pasuruan H.A. Khairul Fattah, S.Hi, serta perwakilan BNNK Pasuruan Mahfudzo, S.Km.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Pasuruan, Mas Nawawi, menegaskan bahwa narkoba menjadi ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda, terutama di era digital yang penuh tantangan dan distraksi.
“Kalau ingin terhindar dari narkoba, jangan salah pilih teman. Gunakan pengetahuan kalian untuk memahami betapa berbahayanya narkotika. Jangan pernah coba-coba,” tegas Mas Nawawi di hadapan siswa.

Ia juga menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menggunakan teknologi digital. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak bisa dihindari, namun harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif.
“Gunakan media digital untuk belajar, berkarya, dan menginspirasi. Jangan sampai teknologi justru menjerumuskan. Perkuat bekal spiritual, dekat dengan orang tua, dan jaga diri dari pergaulan negatif,” ujarnya.
Mas Nawawi berharap, para pelajar di Pasuruan mampu menjadi generasi tangguh yang berkarakter, bermoral, dan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa.

“Generasi digital harus tetap memiliki akar budaya. Membaca Al-Qur’an, belajar di madrasah, dan menjaga moral adalah kunci agar kualitas SDM kita semakin baik,” tambahnya.
Ia menutup pesannya dengan mengingatkan pentingnya bakti kepada orang tua.
“Orang sukses itu pasti berbakti kepada orang tua. Mulailah perubahan dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dari lingkungan terdekat kita,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kota Pasuruan, Imam Subekti, mengapresiasi antusiasme para siswa SMPN 11 yang aktif mengikuti sosialisasi ini. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis sebagai tempat pembentukan karakter dan moral generasi muda.
“Pencegahan narkoba harus dimulai sejak dini, dari lingkungan sekolah. Pemerintah Kota Pasuruan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar edukasi seperti ini menjadi gerakan bersama,” jelas Imam.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya narkoba yang kini menyasar berbagai kalangan, termasuk pelajar.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kota Pasuruan, H.A. Khairul Fattah, S.Hi, menilai bahwa permasalahan narkoba tidak hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga menjadi kewajiban bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Kami di DPRD mendukung penuh kegiatan sosialisasi ini. Anak-anak kita harus dibentengi dengan pendidikan karakter, akhlak, dan kesadaran moral sejak dini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa bahaya narkoba kini kian halus dan bertransformasi melalui berbagai bentuk yang sulit dikenali. Karena itu, literasi dan pengawasan dari guru serta orang tua harus diperkuat.
“Generasi muda jangan sampai kehilangan arah. Jangan hanya cerdas akademik, tapi juga harus kuat iman dan mental,” ujarnya menambahkan.
Dari pihak BNNK Pasuruan, Mahfudzo, S.Km menyampaikan bahwa pihaknya terus berinovasi dalam menyampaikan pesan-pesan bahaya narkotika kepada pelajar dengan pendekatan yang relevan terhadap era digital.
“Anak-anak sekarang lebih sering berada di dunia maya. Karena itu, edukasi tentang bahaya narkoba harus disampaikan melalui media yang mereka pahami, seperti media sosial, video pendek, atau konten kreatif,” ungkap Mahfudzo.

Ia menegaskan bahwa BNNK Pasuruan berkomitmen untuk terus memperluas kampanye anti-narkoba di kalangan pelajar dengan menggandeng sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas digital.
Sementara itu, Kepala SMPN 11 Kota Pasuruan mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah kota dan BNNK terhadap pendidikan moral bagi siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Anak-anak menjadi lebih paham tentang bahaya narkoba dan dampaknya bagi masa depan mereka,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan SMPN 11 sebagai sekolah yang bersih narkoba, serta terus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan bijak dalam menggunakan teknologi.
“Kami akan terus memperkuat kegiatan pembinaan karakter, literasi digital, serta pendidikan keagamaan untuk membangun generasi yang kuat dan berakhlak,” tambahnya.

Sosialisasi di SMPN 11 Kota Pasuruan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, legislatif, lembaga anti-narkotika, dan dunia pendidikan dalam menjaga generasi muda dari bahaya narkoba.
Melalui edukasi berkelanjutan dan pendekatan humanis, diharapkan Generasi Z Kota Pasuruan tumbuh menjadi generasi yang cerdas digital, berkarakter kuat, dan bebas dari narkoba.
Pewarta; Zen_St




