Jember, SuaraRakyat62.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Widarto, S.S, terus memperjuangkan nasib 115 tenaga pendidik alumni Program Pendidikan Guru (PPG) Profesional agar dapat mengajar di sekolah-sekolah di wilayah Jember.

Perjuangan ini dilakukan karena pada tahun 2025 sedikitnya 450 guru di Kabupaten Jember akan memasuki masa purnatugas, sehingga diperlukan tenaga pengajar pengganti agar proses pendidikan tetap berjalan optimal.
Saat ini, instansi pendidikan di Kabupaten Jember sedang menyusun proposal pengusulan formasi pengajar baru melalui kebijakan khusus bagi lulusan PPG. Mekanisme rekrutmen tersebut bersifat substitutif, sehingga tidak membebani keuangan daerah.
“Usulan tersebut sifatnya substitutif, yakni mengisi kekosongan akibat purnatugas,” jelas Widarto kepada awakmedia, Rabu (12/11/2025).
Widarto menambahkan, advokasi dan pembahasan mengenai prioritas formasi untuk lulusan PPG ditempuh melalui Komisi D DPRD Jember, sekaligus disinkronkan dengan Pemerintah Kabupaten Jember hingga pemerintah pusat.
Di sisi lain, Ahmad Haris selaku juru bicara komunitas lulusan PPG Prajabatan Jember menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurutnya, kebijakan penambahan formasi pengajar pada 2026 sangat dinantikan para lulusan PPG.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat membuka rekrutmen di tahun 2026, sejalan dengan komitmen Kementerian Pendidikan untuk menyelesaikan persoalan tenaga honorer paling lambat 30 Desember 2025,” ujar Haris dengan tegas.
Diketahui, langkah pengaduan para lulusan PPG ke DPRD Jember ini bukan yang pertama kali. Upaya serupa pernah dilakukan sebelumnya, bahkan hanya diikuti beberapa orang. Kini, jumlah peserta semakin banyak, menandakan semakin besar harapan agar pemerintah daerah memberikan kepastian.
Perjuangan 115 lulusan PPG ini mencerminkan betapa pentingnya regenerasi tenaga pendidik untuk menjaga kualitas pendidikan di Jember.
Jika kebijakan ini terealisasi, tidak hanya membuka kesempatan kerja bagi para lulusan PPG, tetapi juga menjamin keberlangsungan proses belajar-mengajar di sekolah. Kini, para lulusan PPG dan masyarakat pendidikan menanti langkah tegas pemerintah daerah dalam mengamankan masa depan pendidikan Jember.
(Selly)




