Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Transformasi digital masih menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Pasuruan. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini, menilai sebagian besar guru belum memiliki kompetensi literasi digital yang memadai sehingga diperlukan langkah percepatan dari pemerintah daerah.

Menurut Zaini, Dinas Pendidikan perlu menggelar pelatihan digital secara berkala agar tenaga pendidik dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang. Selain pelatihan, ia menekankan pentingnya pendampingan khusus baik untuk guru maupun murid dalam proses pembelajaran berbasis digital.
“Transformasi digital harus segera dijalankan. Guru perlu dibekali kemampuan literasi digital yang cukup, dan ini membutuhkan pelatihan rutin serta pendampingan yang terstruktur,” ujar Zaini saat ditemui di gedung DPRD, Jumat (28/11/2025).
Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas digital untuk memperkuat ekosistem pendidikan berbasis teknologi di Kabupaten Pasuruan.
Zaini menyebut pemerintah pusat sebenarnya telah menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung digitalisasi pendidikan, seperti televisi digital dan berbagai perangkat pendukung lainnya di setiap lembaga sekolah. Sementara itu, pemerintah daerah juga memberikan perhatian melalui kebijakan dan alokasi anggaran yang sudah disiapkan.
Program peningkatan kualitas pendidikan, kata Zaini, akan terus dikawal hingga tahun 2026. Ia optimistis para guru dan siswa mampu beradaptasi lebih cepat terhadap digitalisasi pembelajaran.
Di sisi lain, Zaini menyoroti masih banyaknya gedung sekolah dasar yang dinilai tidak lagi layak pakai. Pemerintah daerah, melalui Dinas Pendidikan, telah diminta untuk melakukan pendataan ulang terkait jumlah sekolah, tingkat kerusakan bangunan, hingga kebutuhan pembangunan gedung baru.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan disebut telah menyiapkan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk perbaikan dan pembangunan sekolah dasar serta sekolah menengah pertama di berbagai wilayah.
“Pemerintah daerah menginginkan pembangunan sekolah di Pasuruan lebih adil dan merata,” tegasnya.
Tidak hanya fasilitas fisik, Zaini menambahkan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan guru juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia berharap insentif bagi para pendidik dapat ditingkatkan hingga mendekati standar upah minimum regional (UMR) Kabupaten Pasuruan.
Dengan kombinasi peningkatan kompetensi digital, pembenahan sarana pendidikan, serta kesejahteraan guru, Zaini berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Pasuruan dapat meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
(Apin)




