Nganjuk, SuaraRakyat62.com — Pemerintah Kabupaten Nganjuk bergerak cepat merespons aksi protes warga Dusun Miren, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, yang menanam pohon pisang di jalan rusak sebagai bentuk kekecewaan. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memastikan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut akan mulai dikerjakan pada akhir Februari 2026.

Kepastian itu disampaikan setelah Bupati bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) meninjau langsung kondisi jalan pada Rabu (4/2/2026). Peninjauan lapangan tersebut juga menjadi ajang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan warga yang selama bertahun-tahun mengeluhkan kerusakan jalan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Marhaen menegaskan bahwa penanganan tidak hanya difokuskan pada titik jalan yang viral akibat aksi tanam pisang, melainkan mencakup empat segmen jalan dengan total panjang sekitar 800 meter.
“Minta satu, saya kasih empat. Penanganan ini penting karena jalan ini menjadi akses utama ekonomi petani dan jalur pendidikan anak-anak sekolah,” ujar Marhaen.
Perbaikan jalan ini dilakukan di tengah keterbatasan anggaran daerah. Pemkab Nganjuk diketahui mengalami pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 275 miliar. Meski demikian, pemerintah daerah memilih melakukan realokasi anggaran dari pos yang dinilai kurang mendesak demi memastikan akses transportasi warga kembali layak dan aman.
Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk dijadwalkan melakukan survei teknis dan pengukuran pada Kamis (5/2/2026). Berdasarkan perencanaan, pekerjaan fisik akan dimulai pada akhir Februari atau awal Maret, dengan target penyelesaian dua minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri.
“Target kami, sebelum Lebaran jalan ini sudah selesai sehingga warga bisa beraktivitas dengan nyaman,” tambah Marhaen.
Terkait aksi tanam pisang, Pemkab Nganjuk menilai langkah warga sebagai bentuk aspirasi yang sah dan patut menjadi perhatian pemerintah.
“Pemimpin itu telinganya harus lebar dan matanya harus tajam. Aspirasi warga adalah masukan penting untuk menentukan prioritas pembangunan,” tegasnya.
Langkah cepat pemerintah daerah tersebut disambut positif oleh warga. Sebelumnya, warga Dusun Miren sempat mengancam akan memboikot pembayaran pajak sebagai bentuk protes. Kini, mereka berharap komitmen perbaikan jalan benar-benar terealisasi sesuai jadwal demi mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial di desa.
(Hbl)




