Sidoarjo, SuaraRakyat62.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Megawati Soekarnoputri, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menggelar serangkaian kegiatan yang sarat nilai kepedulian lingkungan dan partisipasi rakyat, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan tersebut meliputi penanaman puluhan bibit pohon, tumpengan bersama masyarakat, serta ruang dialog terbuka bagi anak-anak muda untuk menyampaikan kritik dan aspirasi. Acara dipusatkan di kawasan terbuka Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo, dan berlangsung dengan suasana sederhana namun penuh makna.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Hari Yulianto, menyampaikan bahwa kegiatan tanam pohon merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan sekaligus refleksi atas berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
“Bencana banjir bandang yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Salah satu penyebabnya adalah kelalaian dalam merawat bumi. Karena itu, merawat lingkungan harus menjadi kesadaran bersama,” ujar Hari Yulianto dalam sambutannya.
Ia menegaskan, gerakan tanam pohon sejalan dengan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri, yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari gerakan politik.

“Bung Karno pernah mengirim ribuan bibit pohon mimba ke Arab Saudi usai menunaikan ibadah haji. Selain mempererat hubungan diplomatik, pohon-pohon itu hingga kini menjadi peneduh bagi jemaah haji. Begitu pula Ibu Mega, saat menjabat Presiden, sangat massif mengembangkan kebun raya sebagai paru-paru kota dan daerah resapan air,” jelas Hari yang juga anggota DPRD Jawa Timur.
Sementara itu, Ketua Panitia Tanam Pohon, Kusumo Adinugroho, menjelaskan bahwa jumlah bibit yang ditanam disesuaikan dengan usia Megawati Soekarnoputri.
“Ada 79 bibit pohon yang kami tanam, sesuai dengan HUT ke-79 Ibu Megawati yang diperingati pada 23 Januari 2026. Jenisnya beragam, mulai dari juwet, pucuk merah, jambu biji, jeruk, dan lainnya,” ungkap Kusumo.

Selain aksi lingkungan, rangkaian peringatan HUT Megawati juga diisi dengan kegiatan dialog anak muda bertajuk The Youth Fighting (Yang Muda yang Berjuang) yang digelar di Kantor DPC PDIP Sidoarjo pada Jumat (23/1/2026).
Dalam forum tersebut, anak-anak muda dari berbagai kecamatan diberi ruang untuk menyampaikan kritik secara terbuka, termasuk me-roasting PDI Perjuangan, mengkritisi kebijakan pemerintah, serta mengungkapkan keresahan yang mereka alami.
Sekretaris DPC PDIP Sidoarjo, Raymond Tara Wahyudi, menegaskan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai yang terbuka terhadap kritik, khususnya dari generasi muda.

“PDI Perjuangan membuka diri terhadap kritik anak-anak muda. Kami ingin menjadi rumah bersama untuk menampung aspirasi mereka, mulai dari mahalnya biaya kuliah, pungutan sekolah, hingga sulitnya lapangan pekerjaan,” kata Tara.
Rangkaian peringatan HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri oleh DPC PDI Perjuangan Sidoarjo ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi wujud nyata pengabdian kepada rakyat dan lingkungan. Melalui aksi tanam pohon, tumpengan bersama, serta ruang dialog terbuka bagi generasi muda, PDIP Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus hadir, mendengar, dan berjuang bersama rakyat demi masa depan yang lebih lestari dan berkeadilan.
(Alfian)




