Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi meluncurkan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam di seluruh puskesmas se-Kabupaten Pasuruan. Program tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Pasuruan H.M. Rusdi Sutejo dalam acara launching yang digelar di Puskesmas Pohjentrek, Sabtu (7/2/2026) sore.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Bupati Pasuruan Luncurkan UGD 24 Jam di 33 Puskesmas, Akses Layanan Darurat Makin Cepat

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi, Ketua PCNU Pasuruan KH Imron Mutamakkin, Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Dalam sambutannya, Bupati Rusdi Sutejo yang akrab disapa Mas Rusdi menyampaikan bahwa keberadaan layanan UGD 24 jam di 33 puskesmas menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Dengan ridho Allah SWT, saya resmikan UGD 24 jam se-Kabupaten Pasuruan,” ucap Mas Rusdi yang disambut tepuk tangan para undangan.

Menurutnya, layanan UGD yang beroperasi selama 24 jam sangat penting untuk memberikan penanganan cepat terhadap kondisi kegawatdaruratan medis yang bisa terjadi kapan saja, terutama di luar jam pelayanan normal.

Mas Rusdi mencontohkan situasi kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan penanganan medis secara cepat. Dengan adanya layanan UGD yang selalu siaga di puskesmas terdekat, masyarakat tidak perlu lagi menunggu lama untuk mendapatkan pertolongan pertama.

“Misalnya terjadi kecelakaan di wilayah sekitar Puskesmas Pohjentrek ini. Ketika UGD buka 24 jam, pasien bisa langsung mendapatkan penanganan cepat. Inilah yang sejak dulu diharapkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap keberadaan layanan UGD 24 jam ini dapat memperluas cakupan pelayanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis kapan pun dibutuhkan.

Selain itu, Mas Rusdi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan serta penguatan sumber daya manusia (SDM) di setiap puskesmas agar layanan kesehatan dapat berjalan optimal.

“Semoga setelah dilaunching ini, jumlah pasien yang tertangani di puskesmas juga semakin banyak dan masyarakat semakin terbantu. Jaga kualitas layanan dan SDM-nya,” pesannya.

Mas Rusdi juga meminta seluruh puskesmas untuk aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai layanan UGD 24 jam tersebut, baik melalui pemasangan papan informasi yang jelas maupun melalui media sosial.

“Papanisasi yang besar harus dipasang, sosialisasi lewat media sosial juga digencarkan, termasuk saat pelayanan posyandu dan kegiatan kesehatan lainnya. Supaya masyarakat benar-benar tahu bahwa layanan UGD sekarang sudah 24 jam,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati Rusdi juga berharap dukungan dari Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan untuk ikut mengawasi dan memastikan program layanan UGD 24 jam ini dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya berharap Komisi IV bersama pemerintah daerah dapat terus mengawasi perkembangan program ini agar UGD 24 jam benar-benar berkembang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pasuruan dr. Arma Roosalina menjelaskan bahwa layanan UGD 24 jam merupakan salah satu program prioritas daerah yang digagas langsung oleh Bupati Pasuruan dan masuk dalam 33 program prioritas pembangunan Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, keberadaan UGD 24 jam memiliki fungsi penting sebagai gerbang utama pelayanan medis darurat yang harus siap melayani masyarakat kapan saja.

“UGD 24 jam menjadi akses pertama masyarakat untuk mendapatkan pertolongan medis secara cepat dan tepat waktu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh layanan UGD di puskesmas telah didukung oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan yang kompeten sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga memberikan dukungan dalam penyediaan tenaga pendukung dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), seperti tenaga pengemudi, petugas keamanan, hingga tenaga kebersihan untuk menunjang operasional layanan UGD.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati Mas Rusdi yang telah memberikan dukungan penuh, termasuk penyediaan tenaga dari OPD lain untuk membantu operasional layanan UGD di puskesmas,” ujar dr. Arma.

Terkait kekurangan tenaga perawat dan bidan, pihaknya juga telah melakukan perekrutan melalui skema e-purchasing pegawai yang dibiayai melalui anggaran BLUD puskesmas.

Sementara untuk sarana dan prasarana, persiapan telah dilakukan sejak awal tahun 2025, termasuk perbaikan ruang Instalasi Gawat Darurat serta pengadaan peralatan medis pendukung.

“Di Puskesmas Pohjentrek misalnya, seluruh alat kedokteran untuk layanan UGD sudah disiapkan, termasuk papan informasi yang menandakan bahwa pelayanan UGD sudah beroperasi 24 jam,” tambahnya.

Program ini sendiri telah melalui tahap uji coba sejak 1 Januari 2025, dengan memaksimalkan tenaga kesehatan yang sudah ada di puskesmas, baik yang bertugas secara on call maupun on site.

Namun sesuai arahan Bupati Pasuruan, ke depan tenaga medis harus siap siaga secara langsung di lokasi selama 24 jam agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan maksimal.

“Setelah dilaunching, semua SDM harus benar-benar siap. Insya Allah nantinya akan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan ini,” terang dr. Arma.

Usai peresmian, Bupati Rusdi bersama para undangan meninjau langsung fasilitas layanan UGD 24 jam di Puskesmas Pohjentrek untuk memastikan kesiapan sarana dan tenaga medis. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama.

Sementara itu, Aktivis Kesehatan Rakyat, dr. Ridah Hasmi W, memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menghadirkan layanan UGD 24 jam di seluruh puskesmas.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari rumah sakit.

“Program UGD 24 jam di puskesmas adalah langkah yang sangat positif. Ini akan mempercepat penanganan kasus kegawatdaruratan medis di tingkat pelayanan pertama,” ujar dr. Ridah.

Ia menilai keberadaan layanan tersebut akan sangat membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti kecelakaan, serangan jantung, atau kondisi medis lain yang membutuhkan penanganan cepat.

Namun demikian, dr. Ridah juga mengingatkan agar pemerintah daerah memastikan kesiapan sumber daya manusia, peralatan medis, serta sistem rujukan yang terintegrasi dengan rumah sakit.

“Yang tidak kalah penting adalah memastikan SDM, alat kesehatan, dan sistem rujukan berjalan baik. Dengan begitu, layanan UGD 24 jam ini benar-benar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan sehingga kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan semakin meningkat dan mampu memberikan perlindungan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

 

(Habil)