PASURUAN, SUARARAKYAT62.COM

Proyek pengurugan lahan untuk pembangunan SPPG di Kelurahan Krampyangan menuai keluhan warga dan pengguna jalan (18/4). Truk pengangkut tanah urug beroperasi, mengancam keselamatan dan kenyamanan publik.
Pantauan di lapangan menunjukkan tanah urug berceceran di sepanjang jalan, menyebabkan jalan kotor, licin, berdebu, dan berbahaya bagi pengendara, terutama roda dua. Ironisnya, tidak ada petugas pengatur lalu lintas di lokasi proyek, padahal intensitas truk sangat tinggi dan memicu kemacetan serta risiko kecelakaan.

Warga menyayangkan sikap acuh tak acuh Lurah Krampyangan, yang hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan atas keresahan masyarakat.
Menanggapi aduan warga, Satlantas Polres Pasuruan Kota dikabarkan akan menindaklanjuti laporan tersebut. Publik menanti langkah konkret dari Satlantas untuk menertibkan lalu lintas dan aktivitas truk proyek yang meresahkan.
Warga berharap pihak terkait tidak tinggal diam dan segera bertindak tegas. Jangan sampai proyek SPPG berjalan dengan mengorbankan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Pertanyaan besar kini, sampai kapan warga harus menanggung dampak negatif proyek ini?
Pewarta, Abd Khalim




