Tulungagung, SuaraRakyat62.com – Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam gerakan penanaman ribuan bibit kopi di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor perkebunan kopi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui penghijauan berbasis ekonomi.

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Bulan Bung Karno 2026 itu diawali dengan penyerahan bibit kopi kepada mahasiswa KKN UGM yang bertugas di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Jumat (10/7/2026).
“Bertepatan dengan peringatan Bulan Bung Karno 2026, kita memberikan bantuan bibit kopi kepada mahasiswa KKN UGM untuk ditanam di wilayah Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat,” ujar Marsono.
Tak hanya di Kecamatan Campurdarat, program serupa juga dilaksanakan bersama mahasiswa KKN UGM yang bertugas di Kecamatan Sendang dan Pagerwojo. Secara keseluruhan, sebanyak 2.000 bibit kopi disalurkan untuk ditanam di berbagai lokasi sebagai bagian dari gerakan penghijauan dan penguatan komoditas unggulan daerah.
Marsono menjelaskan, gerakan tanam kopi tidak hanya bertujuan memperluas areal perkebunan, tetapi juga memperkuat branding Kopi Tulungagung sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat ekologis bagi lingkungan.
Menurutnya, setiap bibit yang ditanam merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani kopi.
“Setiap pohon kopi yang kami tanam adalah kontribusi kecil namun berarti untuk masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Wakil Ketua Bidang Politik, Pemerintahan, Otonomi Daerah, Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi, serta Reformasi Sistem Hukum Nasional DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung tersebut.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan terus berlanjut melalui pendampingan dan pengembangan budidaya kopi secara berkelanjutan.
Menurut Marsono, gerakan reboisasi melalui penanaman kopi merupakan bagian dari upaya membangun nasionalisme ekologis, yakni menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Semoga bantuan bibit kopi ini bisa mendorong masyarakat untuk meningkatkan produktivitas, kuantitas serta kualitas kopi sesuai dengan permintaan pasar. Pada akhirnya, kesejahteraan petani kopi juga akan meningkat,” pungkasnya.
Melalui program tersebut, diharapkan Kabupaten Tulungagung semakin dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi berkualitas di Jawa Timur, sekaligus mampu memperkuat sektor pertanian berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat.
(Yoyok)




