Kota Malang, SuaraRakyat62.com – Dalam upaya memperkuat kepercayaan publik dan membangun pelayanan yang lebih humanis, Polresta Malang Kota menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema “Mau Dipercaya Masyarakat? Pahami Harapannya” pada Sabtu (24/5/2025). Acara yang berlangsung di Ballroom Sanika Satyawada, Mapolresta Malang Kota ini diikuti oleh 150 personel Polresta dan Polsek jajaran.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Mau Dipercaya Masyarakat? Ini Jawaban Berani dari Polresta Malang Kota

Dipimpin langsung oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, kegiatan ini menjadi sarana penyegaran dan refleksi bagi jajaran kepolisian agar mampu memahami dan menjawab ekspektasi masyarakat dalam menjalankan tugas.

“Kita bukan penguasa. Kita pelayan masyarakat. Dan hanya dengan memahami harapan rakyat, kepercayaan itu bisa diraih,” tegas Kombes Nanang dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa polisi harus bekerja dengan hati, bukan sekadar prosedur.

FGD ini menghadirkan tiga narasumber terkemuka, yaitu:

  1. Drs. Totok Suryanto, MM (Wakil Dewan Pers RI)
  2. Prof. Dr. Nur Basuki Minarno, SH, MHum (Guru Besar Hukum Pidana Universitas Airlangga)
  3. Dr. Maradona, SH, LL.M (Wakil Dekan III Fakultas Hukum UNAIR)

Ketiga tokoh ini memaparkan pentingnya transformasi Polri menuju lembaga yang transparan, edukatif, dan dekat dengan rakyat, terutama di era digital di mana masyarakat dapat langsung menjadi kontrol sosial melalui media sosial.

“Polri harus sejajar dengan rakyat, bukan merasa di atas. Era sekarang menuntut Polri jadi sahabat, bukan menakutkan,” ujar Totok Suryanto yang juga menyoroti pentingnya citra kepolisian di ruang publik digital.

Sementara itu, Prof. Basuki menegaskan pentingnya akuntabilitas dan netralitas dalam proses hukum. Ia mendorong setiap anggota Polri untuk bersikap ilmiah, adil, dan tidak menaruh prasangka dalam menjalankan tugas.

Sedangkan Dr. Maradona mengajak kepolisian untuk lebih mengedepankan pendekatan pencegahan ketimbang represif. Ia memuji kreativitas polisi yang kini banyak membangun komunikasi lewat konten positif dan edukatif.

Acara FGD ini bukan hanya forum diskusi, tetapi juga langkah konkret dalam mewujudkan Polri yang Presisi – Prediktif, Responsif, dan Transparan dalam pelayanan publik.

Dengan kegiatan ini, Polresta Malang Kota menegaskan komitmennya untuk terus berbenah, mendengar suara rakyat, dan hadir sebagai pengayom, pelindung, sekaligus sahabat masyarakat.

“Ke depan, setiap anggota harus jadi problem solver, bukan pemicu masalah,” tutup Kombes Nanang.

 

 

Penulis ; Mak Ila