Pasuruan, SuaraRakyat62.com — Polres Pasuruan memperketat pengamanan menjelang pelaksanaan upacara adat Yadnya Kasada 2025 yang digelar oleh masyarakat Suku Tengger di kawasan Bromo, Selasa (10/6/2025). Demi kelancaran dan kekhidmatan acara, kawasan wisata Bromo akan ditutup sementara selama prosesi berlangsung.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menjelaskan bahwa sekitar 60 personel kepolisian telah dikerahkan untuk menjaga tiga titik rawan kerumunan.
“Tiga lokasi yang kami fokuskan adalah Pendopo Wono Kitri sebagai pusat upacara, serta penyekatan pintu masuk Desa Balai Dono dan TNBTS-Wonokitri,” ujar Kapolres Jazuli, Senin (9/6/2025).
Langkah ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor yang dilakukan sejak 15 Mei 2025 bersama Forkopimcam, tokoh adat, BPBD, TNBTS, dan pelaku wisata Bromo Tengger. Salah satu hasil kesepakatan adalah penutupan akses wisata ke Bromo pada 10 Juni 2025 mulai pukul 00.01 WIB.
Selain itu, dua hari berikutnya, yakni 12 dan 14 Juni 2025, dijadwalkan sebagai waktu untuk pembersihan kawasan pasca upacara.
Kapolres juga mengimbau kepada seluruh pengunjung untuk menghormati budaya lokal dan mematuhi aturan yang telah disepakati bersama masyarakat Tengger.

“Kami ingin upacara Kasada berlangsung aman, tertib, dan tetap sakral. Kami mohon wisatawan menaati peraturan adat demi menghormati tradisi leluhur Suku Tengger,” tegasnya.
Upacara Yadnya Kasada merupakan tradisi tahunan masyarakat Tengger untuk menghaturkan persembahan kepada Sang Hyang Widhi di kawah Gunung Bromo. Momen ini tidak hanya sakral bagi umat Hindu Tengger, tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang menarik perhatian nasional hingga internasional.
Penulis ; Khalim
Sumber ; Humas Polres Pasuruan




