Morotai, SuaraRakyat62.com — Aksi joget Ketua DPRD Pulau Morotai, Muhammad Rizky, bersama sejumlah anggota DPRD lainnya saat menghadiri Jakarta Fair di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu malam (25/6/2025), menuai gelombang kritik dari publik dan aktivis mahasiswa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Ketua dan Anggota DPRD Morotai Pamer Hedonisme di Jakarta, IMM Malut Kecam

Video siaran langsung yang diunggah langsung melalui akun Facebook Muhammad Rizky memperlihatkan dirinya bersama Wakil Ketua II DPRD Erwin Sutanto serta anggota DPRD Sukri Hi. Rauf dan Akbar Mangoda larut dalam suasana hiburan malam. Mereka berjoget riang, layaknya berada di tempat hiburan malam atau dugem, sambil melempar candaan yang dinilai tidak pantas diucapkan seorang pejabat publik.

“Lengkap samua so itam, pulang pagi kapa ini, sanang karena tara pake uang negara to,” ujar Rizky dalam video live-nya, yang kini telah menyebar luas.

Rizky juga menegaskan bahwa perjalanan tersebut tidak menggunakan dana Pemda, seolah ingin menepis tudingan pemborosan anggaran. Namun klarifikasi itu tak cukup meredam kritik.

Ketika dikonfirmasi terpisah, Muhammad Rizky hanya menjawab singkat, “Jakarta Fair, yang mana? Saya di Jakarta Fair.”

IMM Maluku Utara Mengecam
Menanggapi viralnya aksi tersebut, Ikfan Pina, Kepala Bidang HIKM Politik DPD IMM Maluku Utara, menyampaikan kecaman keras. Ia menilai tindakan para wakil rakyat itu sangat tidak pantas, terlebih dilakukan di tengah kesulitan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat Morotai.

“Kita menyaksikan ironi menyakitkan: di saat rakyat terbebani utang dan keterbatasan anggaran, para wakilnya justru berpesta dan menari di ibu kota. Mereka kehilangan empati dan mati rasa terhadap penderitaan rakyat,” tegas Ikfan.

Menurutnya, anggota DPRD seharusnya menjaga citra dan martabat lembaga, bukan justru merusaknya lewat aksi-aksi hedon yang dipamerkan ke publik.

“Apa yang mereka tampilkan menjijikkan. Lupa bahwa jabatan adalah amanah rakyat. Bukan panggung untuk bersenang-senang,” sambungnya.

Ikfan pun mendesak adanya evaluasi terhadap Ketua DPRD dan anggota yang terlibat, karena menurutnya telah melanggar kode etik sebagai anggota dewan.

“DPRD punya norma dan aturan etika yang mengikat. Perilaku mereka mencoreng marwah lembaga dan harus ditindak tegas,” pungkasnya.

Aksi joget dan candaan para anggota DPRD Morotai itu kini menjadi perbincangan luas. Warganet ramai-ramai mempertanyakan sensitivitas wakil rakyat yang seharusnya jadi panutan, bukan justru mempermalukan lembaga yang mereka wakili.

 

Pewarta ; Irjan_Nyong