Surabaya, SuaraRakyat62.com – Bulan Juni kembali menjadi momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Tak sekadar memperingati kelahiran sang Proklamator, Ir. Soekarno, tetapi juga menjadi ruang refleksi nilai-nilai kebangsaan, terutama semangat gotong royong yang kini kembali digaungkan di Jawa Timur melalui peringatan Bulan Bung Karno 2025.

Di bawah kepemimpinan MH Said Abdullah, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, rangkaian peringatan Bulan Bung Karno tahun ini berlangsung khidmat dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan sejak awal Juni, dengan melibatkan seluruh DPC PDI Perjuangan di 38 kabupaten/kota se-Jatim.
Ketua Repdem Jawa Timur, Mahfud Husairi, memberikan apresiasi tinggi atas semangat dan konsistensi DPD PDI Perjuangan Jatim dalam merawat warisan Bung Karno.

“Ini bukan hanya kegiatan simbolik, tetapi gerakan kebudayaan dan kebangsaan. Di bawah Buya Said, Bulan Bung Karno benar-benar membumi dan menyatu dengan rakyat,” ujar Mahfud, yang juga Anggota DPRD Kota Pasuruan.
Mahfud menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno mengandung nilai edukatif dan ideologis yang sangat penting, terutama bagi generasi muda. Ia menyebut bahwa peringatan ini telah berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat, dari tokoh masyarakat, ulama, budayawan, santri, hingga anak-anak muda.
“Inilah keistimewaannya. Bung Karno tidak hanya dikenang, tetapi dihidupkan kembali melalui semangat gotong royong. Semua terlibat, semua merasa memiliki,” tambah Mahfud.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana penting untuk menghidupkan kembali politik kebangsaan, bukan sekadar politik kekuasaan. Ia juga menyoroti bahwa di tengah arus pragmatisme, menjaga api ideologi adalah bentuk keberanian.
“DPD PDI Perjuangan Jatim menunjukkan keberanian ideologis di tengah pragmatisme politik yang makin meluas. Ini patut diteladani,” tegasnya.
Peringatan Bulan Bung Karno dimulai pada 1 Juni dengan upacara Hari Lahir Pancasila, kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam Bung Karno di Blitar pada 6 Juni, bertepatan dengan hari kelahiran beliau. DPD juga menyerahkan hewan kurban di dua lokasi sebagai simbol cinta Bung Karno kepada rakyat kecil.
Puncak spiritualitas dan kebangsaan terjadi pada 20 Juni malam dengan kenduri akbar dan ceramah kebangsaan oleh KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq), dilanjutkan dengan ziarah nasional pada 21 Juni, hari wafat Bung Karno, yang dihadiri oleh Menteri Agama RI.
Kemeriahan penutup ditandai dengan digelarnya Soekarno Run pada 29 Juni 2025, yang dilaksanakan serentak di Tulungagung, Malang Raya, dan Nganjuk, melibatkan lebih dari 25.000 peserta dari berbagai daerah.

“Soekarno Run adalah cara baru yang menyenangkan dalam merayakan warisan Bung Karno. Sehat, meriah, dan penuh makna. Ini bentuk gotong royong dalam versi masa kini,” ujar Mahfud.
Di akhir keterangannya, Mahfud menegaskan bahwa peringatan Bulan Bung Karno harus menjadi agenda budaya-politik tahunan yang melibatkan rakyat secara langsung, bukan hanya sekadar simbol upacara.
“Kami berharap ini tidak berhenti di Jawa Timur. Bulan Bung Karno harus hidup di seluruh Indonesia. Bung Karno bukan hanya untuk dikenang, tapi untuk diteruskan perjuangannya,” pungkas Mahfud.
Pewarta ; Zen_Satuman




