Malang, Suararakyat 62.com

SMP Negeri 1 Donomulyo mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih gelar Juara Umum sekaligus mendominasi perolehan penghargaan dalam Lomba Kreasi Baris-Berbaris Patroli Keamanan Sekolah (PKS) tingkat SMP se-Kabupaten Malang tahun 2026. Ajang kompetisi yang diselenggarakan di Satpas Prototipe Tegaron Kepanjen pada Selasa (5 Mei) malam ini membuktikan bahwa potensi dan bakat luar biasa tumbuh subur di seluruh pelosok wilayah Kabupaten Malang, termasuk di bagian selatan.
Sekolah yang berada di Kecamatan Donomulyo ini berhasil membawa pulang tiga penghargaan utama sekaligus: Juara Umum, Juara Utama I, dan Penampilan Terbaik Baris-Berbaris. Berdasarkan rekapitulasi nilai resmi dari Polres Malang, tim perwakilan SMPN 1 Donomulyo meraih total nilai 2.166 untuk posisi Juara Umum, angka tertinggi di antara 40 tim peserta yang terdiri dari 39 sekolah negeri dan satu sekolah swasta. Untuk kategori Juara Utama I, sekolah ini mencatatkan nilai 2.145, sedangkan penghargaan Penampilan Terbaik Baris-Berbaris berhasil disabet dengan perolehan nilai 1.374—angka tertinggi di antara kategori serupa dan menjadi penopang utama keberhasilan meraih gelar juara umum.
Posisi kedua dan ketiga dalam peringkat utama masing-masing ditempati oleh SMPN 4 Kepanjen dengan nilai 2.124 dan SMPN 2 Sumberpucung dengan nilai 2.112. Selisih angka sebesar 42 poin yang memisahkan juara umum dari peringkat kedua menunjukkan betapa matang dan istimewanya penampilan yang dihadirkan oleh tim asal Donomulyo.
Ferdian Pramana, pembina tim SMPN 1 Donomulyo, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini diraih melalui perjuangan yang tidak mudah dan waktu persiapan yang sangat terbatas. Jadwal latihan sempat terhalang oleh pelaksanaan ujian sekolah, sehingga mereka hanya memiliki waktu tujuh hari untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
“Saya merasa sangat bangga, baik terhadap diri saya sendiri maupun terutama kepada para siswa. Selama proses latihan, semangat mereka tidak pernah surut. Mereka terus memperbaiki diri dari pengalaman acara sebelumnya, rela mengerahkan waktu, tenaga, dan pikiran sepenuhnya demi persiapan lomba ini,” ujar Ferdian setelah acara penyerahan piala berlangsung.
Ia menambahkan, para siswa harus membagi waktu dengan sangat ketat: di pagi hari mereka mengikuti ujian sekolah, dan di malam harinya—mulai pukul 19.00 hingga 22.00—mereka berlatih dengan tekun. Waktu istirahat mereka pun sangat terbatas, hanya sekitar tiga hingga empat jam sehari. Dari 16 siswa yang tampil, sepuluh di antaranya adalah siswa kelas IX yang sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir.
“Mereka memang merasa lelah secara fisik, tetapi keteguhan hati dan mental juara yang mereka miliki justru semakin kuat. Hal inilah yang menurut penilaian para juri menjadi poin keunggulan tersendiri,” jelasnya.
Ke depannya, Ferdian berharap dapat terus mendampingi dan membina para siswa di sekolahnya. “Saya berharap masih diberi kesempatan untuk terus melatih di sekolah ini. Selain itu, saya berharap prestasi ini dapat dipertahankan secara berkelanjutan, serta selalu mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah maupun orang tua siswa,” harapnya.
Menurut pandangannya, materi baris-berbaris menjadi kunci utama kemenangan karena memiliki bobot penilaian yang paling besar untuk penentuan juara umum. Oleh sebab itu, setiap variasi gerakan dan susunan formasi disusun dengan sangat rinci dan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi agar mampu memberikan kesan mendalam bagi para penilai.
Selain tiga gelar utama yang disabet, keunggulan SMPN 1 Donomulyo sangat terasa pada kategori Penampilan Terbaik Baris-Berbaris dengan perolehan nilai 1.374. Sementara itu, penghargaan untuk kategori penampilan terbaik lainnya jatuh kepada:
– Variasi Terbaik: SMPN 2 Sumberpucung (374 poin)
– Formasi Terbaik: SMPN 4 Kepanjen (370 poin)
– Komandan Pasukan Terbaik: SMPN 4 Kepanjen (55 poin)
– Kostum Terbaik: SMPN 2 Sumberpucung (22 poin)
Tim penilai terdiri dari tiga orang yang berpengalaman, yakni Bapak Jeni, Bang Jack, dan Bang Gom. Aspek yang dinilai meliputi keterampilan dasar baris-berbaris, keunikan variasi gerakan, kerapian formasi, kemampuan komandan pasukan, kekompakan tim, dan kesesuaian kostum yang dikenakan.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Nurul Sri Utami, turut hadir dalam acara penyerahan piala bersama perwakilan dari Polres Malang, AKP Umar. Ia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas capaian yang diraih oleh SMPN 1 Donomulyo, yang menurutnya menjadi bukti nyata bahwa potensi dan prestasi siswa tumbuh merata hingga ke wilayah-wilayah terpencil, termasuk di bagian selatan Kabupaten Malang.
“Angka 2.166 poin yang diraih SMPN 1 Donomulyo memiliki makna yang sangat dalam. Ini menunjukkan bahwa para siswa kita memiliki kemampuan yang luar biasa, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam hal kedisiplinan, kepemimpinan, dan kerja sama tim,” ujar Nurul.
Ia menekankan bahwa para siswa yang berprestasi merupakan aset berharga bagi daerah yang harus dijaga dan dibina dengan baik secara terus-menerus. “Tugas kami sebagai institusi pendidikan adalah memastikan adanya pembinaan yang berkelanjutan, menyediakan kesempatan berkompetisi, serta memberikan apresiasi yang layak. Prestasi yang telah diraih tidak boleh berhenti di sini hanya karena kurangnya dukungan atau perhatian,” tegasnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, tercatat sebanyak 40 tim sekolah berpartisipasi secara aktif. Sebenarnya terdapat 42 tim yang mendaftar, namun dua di antaranya terpaksa mengundurkan diri dikarenakan jadwal kegiatan sekolah yang berbarengan dengan waktu pelaksanaan lomba.
Panitia penyelenggara menetapkan sebanyak 25 kategori penghargaan, mulai dari Juara Umum hingga Juara Potensial III. Berikut adalah daftar lengkap pemenang berdasarkan hasil rekapitulasi nilai resmi dari Polres Malang:
Juara Utama
1. Juara Umum: SMPN 1 Donomulyo 2.166
2. Juara Utama I: SMPN 1 Donomulyo 2.145
3. Juara Utama II: SMPN 4 Kepanjen 2.124
4. Juara Utama III: SMPN 2 Sumberpucung 2.112
Juara Harapan
1. Juara Harapan I: SMPN 1 Jabung 2.096
2. Juara Harapan II: SMPN 3 Lawang 2.070
3. Juara Harapan III: SMP Angkasa Singosari 2.052
Juara Madya
1. Juara Madya I: SMPN 1 Singosari 2.008
2. Juara Madya II: SMPN 2 Wagir 1.995
3. Juara Madya III: SMPN 1 Kalipare 1.973
Juara Bina
1. Juara Bina I: SMPN 1 Wagir – 1.949
2. Juara Bina II: SMPN 1 Wonosari 1.906
3. Juara Bina III: SMPN 2 Pakis 1.876
Juara Mula
1. Juara Mula I: SMP Sunan Kalijogo Tim B 1.858
2. Juara Mula II: SMPN 1 Karangploso 1.844
3. Juara Mula III: SMPN 2 Bululawang 1.828
Juara Purwa
1. Juara Purwa I: SMPN 5 Kepanjen Tim A 1.800
2. Juara Purwa II: SMP Sunan Kalijogo Tim A 1.799
3. Juara Purwa III: SMPN 1 Kepanjen 1.777
Juara Caraka
1. Juara Caraka I: SMPN 5 Kepanjen Tim B 1.753
2. Juara Caraka II: SMPN 2 Ngajum 1.743
3. Juara Caraka III: SMPN 1 Dau 1.724
Juara Potensial
1. Juara Potensial I: SMPN 1 Pakis 1.706
2. Juara Potensial II: SMPN 6 Singosari 1.659
3. Juara Potensial III: SMPN 2 Sumbermanjing Wetan 1.595
Kegiatan lomba ini merupakan wujud kerja sama yang baik antara Polres Malang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Kasat Lantas Polres Malang yang diwakili oleh AKP Umar menyampaikan bahwa antusiasme sekolah-sekolah untuk berpartisipasi pada tahun ini semakin meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Meskipun banyak sekolah yang memiliki keterbatasan waktu persiapan karena berbarengan dengan jadwal ujian sekolah, kualitas penampilan yang ditunjukkan oleh para siswa tetap sangat memuaskan dan membanggakan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus memupuk semangat kebersamaan, rasa tanggung jawab, serta kedisiplinan di kalangan pelajar. “Anggota Patroli Keamanan Sekolah merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk mampu menjadi teladan bagi teman-teman seusianya,” tambahnya.
Sementara itu, Nurul Sri Utami menambahkan bahwa seluruh aspek pelaksanaan lomba akan dievaluasi secara menyeluruh guna penyempurnaan acara di masa mendatang. “Target kami untuk tahun depan adalah mengundang lebih banyak sekolah berpartisipasi, meningkatkan kualitas penyelenggaraan maupun penampilan peserta, serta memastikan program pembinaan berjalan secara terus-menerus dan terarah,” tutupnya.
(Mak Ila)




