SUARARAKYAT62, MALANG – Kehadiran Jembatan Perintis Garuda Termangu di Desa Trenyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, mulai membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat. Jembatan yang menjadi bagian program Launching 208 Titik Jembatan Garuda: TNI AD Hadir untuk Rakyat itu kini dinilai sebagai nadi baru ekonomi, pendidikan, hingga pengembangan wisata desa.

Peninjauan langsung dilakukan jajaran TNI AD Kodim 0818 Malang-Batu bersama Kapolsek Sumberpucung, Pemerintah Desa Trenyang, relawan, dan perangkat desa, Selasa (5/5/2026). Kegiatan dipimpin perwira menengah TNI AD dan berlangsung di kawasan hutan jati sekitar jembatan.
Di lokasi, Kepala Desa Trenyang Didik Santoso tampak berdialog dengan jajaran TNI terkait dampak pembangunan jembatan bagi masyarakat Dusun Termangu yang sebelumnya terisolasi.
“Mewakili masyarakat Desa Trenyang, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Presiden RI Prabowo Subianto, Panglima TNI, KASAD, Dandim 0818 Malang-Batu, Bupati Malang, Muspika Kecamatan Sumberpucung, rekan-rekan Vertical Rescue Indonesia (VRI), serta seluruh lembaga dan masyarakat Desa Trenyang atas terwujudnya Jembatan Perintis Garuda Termangu,” ujar Didik Santoso.
Menurutnya, keberadaan jembatan gantung tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya dalam mempercepat akses transportasi dan meningkatkan perekonomian warga.
“Karena sangat bermanfaat bagi masyarakat kita dan masyarakat pada umumnya untuk akses peningkatan ekonomi, jarak tempuh anak sekolah dan warga ke ibu kota Kabupaten Malang lebih dekat, serta peningkatan UMKM warga,” jelasnya.
Putuskan Keterisolasian Dusun
Sebelum jembatan dibangun, warga Dusun Termangu harus memutar hingga 7 kilometer melewati jalan tanah licin saat musim hujan. Bahkan sebagian warga terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu.
Kondisi itu membuat aktivitas warga terganggu, termasuk anak sekolah yang kerap tidak masuk saat debit sungai meningkat.
Kini, jembatan sepanjang 143 meter dengan lebar 1,20 meter tersebut mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan. Perjalanan dari Dusun Termangu menuju Balai Desa Trenyang yang sebelumnya memakan waktu sekitar 45 menit kini hanya sekitar 15 menit berjalan kaki.
Dampaknya mulai dirasakan petani dan pelaku UMKM. Biaya angkut hasil pertanian disebut turun hingga 40 persen. Produk kerajinan bambu dan olahan pisang warga juga mulai dipasarkan ke luar desa.
“Dulu pembeli tidak mau masuk karena akses susah. Sekarang mobil pick up bisa sampai bibir jembatan,” kata Didik.
Disiapkan Jadi Destinasi Wisata
Pemerintah Desa Trenyang juga telah menyiapkan pengembangan kawasan jembatan menjadi destinasi wisata berbasis alam dan edukasi bekerja sama dengan Perhutani dan BUMDes.
Konsep yang disiapkan meliputi ecopark, edufarm, area camping ground, jalur tracking hutan, spot foto, hingga wisata edukasi pertanian bagi pelajar.
“Ke depannya kita kembangkan untuk wisata yang akan kita laksanakan kerja sama dengan pihak Perhutani melalui lembaga hutan dan BUMDes Trenyang,” ungkap Didik.
Ia berharap pengembangan wisata itu nantinya mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang akan digunakan untuk program sosial masyarakat, seperti beasiswa anak kurang mampu, insentif guru ngaji, dan operasional ambulans desa.
Sinergi TNI-Polri dan Warga
Usai peninjauan, jajaran TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga menggelar dialog bersama di bawah tenda posko kegiatan. Dalam kesempatan itu, warga mengusulkan pemasangan lampu tenaga surya di sepanjang jembatan agar aman digunakan pada malam hari.
Salah satu perwira TNI yang hadir menyatakan aspirasi masyarakat akan diteruskan ke komando atas.
“Jembatan sudah jadi. Tugas kita sekarang menjaga dan memanfaatkan sebaik-baiknya. Ini bukti negara hadir,” ujarnya.
Sementara itu, Pemdes Trenyang memastikan telah mengalokasikan anggaran perawatan rutin dalam APBDes 2026. Warga juga sepakat menggelar kerja bakti secara berkala demi menjaga kondisi jembatan tetap aman dan awet.
Program Jembatan Garuda sendiri merupakan inisiatif KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak untuk membuka akses bagi desa-desa terisolasi di berbagai daerah Indonesia. Jembatan Garuda Termangu kini menjadi salah satu contoh keberhasilan pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.




