Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Turnamen sepak bola antar-kampung (tarkam) bergengsi Bulat Cup 2026 Piala Bupati Pasuruan resmi berakhir dengan sukses pada Minggu (5/7/2026). Kompetisi yang digelar di Lapangan Bulat Arena, Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, sejak 31 Mei 2026 itu tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan hijau, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Bulat Cup 2026 Tuntas, Fortuna Reborn Cetak Hattrick Juara, UMKM Pasuruan Raup Omzet Puluhan Juta

Memasuki penyelenggaraan ke-34, Bulat Cup semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu turnamen tarkam paling bergengsi di Jawa Timur. Sebanyak 32 tim ambil bagian dalam kompetisi ini, tidak hanya berasal dari Kabupaten Pasuruan, tetapi juga dari Mojokerto, Surabaya, Malang, dan sejumlah daerah lainnya.

Penyelenggara turnamen sekaligus Penasihat Bulat Cup, Heru Veri Nur Cahya, mengatakan bahwa Bulat Cup merupakan agenda tahunan yang tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan olahraga, tetapi juga menjadi wadah pembinaan bagi pesepak bola lokal.

“Ini untuk kemajuan sepak bola Pasuruan, sekaligus melatih dan mengasah mental para pemain lokal agar terus berkembang,” ujar Heru yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi PDI Perjuangan.

Partai final berlangsung menarik dan penuh tensi tinggi. Tim **Fortuna Reborn** asal Pandaan kembali menunjukkan dominasinya dengan keluar sebagai juara Bulat Cup 2026. Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan Fortuna Reborn mencatatkan **hattrick juara** setelah mampu mempertahankan gelar selama tiga musim berturut-turut.

Prestasi itu menjadi bukti konsistensi Fortuna Reborn sebagai salah satu tim terbaik dalam kompetisi sepak bola tarkam di Kabupaten Pasuruan.

Tidak hanya menghadirkan tontonan berkualitas bagi pecinta sepak bola, Bulat Cup 2026 juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Ribuan penonton yang memadati Lapangan Bulat Arena selama pertandingan berlangsung menjadi berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satunya dirasakan oleh Via, pedagang jus buah dan gorengan yang membuka lapak di area turnamen. Ia mengaku mengalami peningkatan pendapatan yang cukup drastis selama kompetisi berlangsung.

“Setiap hari pendapatan bisa mencapai Rp1,5 juta lebih. Bahkan saat final seperti sekarang bisa sampai lebih dari Rp3 juta. Kalau dihitung sejak pembukaan sampai final, omzetnya mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap Via.

Peningkatan aktivitas ekonomi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan turnamen olahraga mampu memberikan efek berganda (*multiplier effect*) bagi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung tidak hanya menghidupkan atmosfer pertandingan, tetapi juga meningkatkan pendapatan pedagang, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat yang terlibat dalam berbagai aktivitas pendukung.

Kesuksesan Bulat Cup 2026 menjadi bukti bahwa turnamen sepak bola antar-kampung tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga berperan sebagai sarana pembinaan atlet, penguatan kebersamaan masyarakat, sekaligus penggerak roda perekonomian lokal.

Babak final Bulat Cup 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat daerah sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga di Kabupaten Pasuruan. Di antaranya Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah lainnya.

Dengan penyelenggaraan yang berlangsung aman, tertib, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, Bulat Cup kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu turnamen sepak bola rakyat yang tidak hanya melahirkan prestasi di lapangan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Pasuruan.

 

(Yus)