Trenggalek, SuaraRakyat62.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, menegaskan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan atlet sekaligus melahirkan bibit-bibit unggul yang mampu mengharumkan nama Trenggalek di berbagai ajang olahraga.

Hal tersebut disampaikan Doding saat membuka Kejurkab Bulutangkis 2026 di GOR Nurul Fikri, Kecamatan Gandusari, Minggu (5/7/2026). Kejuaraan yang berlangsung hingga 8 Juli itu mempertandingkan nomor tunggal, beregu, dan ganda campuran dengan melibatkan atlet-atlet dari berbagai klub bulutangkis di Kabupaten Trenggalek.
“Mudah-mudahan dengan semakin banyaknya event kejurkab, target memunculkan atlet bulutangkis asal Trenggalek bisa terwujud. Saya yakin Trenggalek punya potensi besar,” ujar Doding.
Menurut Doding, penyelenggaraan kejuaraan secara rutin merupakan bagian penting dari proses pembinaan prestasi. Selain menjadi ajang kompetisi, Kejurkab juga menjadi sarana evaluasi kemampuan atlet sekaligus media penjaringan talenta muda yang berpotensi dipersiapkan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek yang juga menjabat Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek itu menilai perkembangan olahraga bulutangkis di daerahnya menunjukkan tren yang positif. Hal tersebut ditandai dengan semakin banyaknya klub bulutangkis yang tumbuh, tidak hanya di tingkat kecamatan, tetapi juga telah berkembang hingga desa-desa.

“Ini menjadi parameter bahwa bulutangkis hidup mulai dari kota hingga ke pelosok desa. Nah, sekarang tinggal menambah jam terbang, caranya dengan kejurkab-kejurkab seperti ini,” katanya.
Ia menambahkan, semakin sering atlet mengikuti kompetisi, semakin besar pula peluang mereka meningkatkan kemampuan teknik, mental bertanding, serta pengalaman menghadapi berbagai karakter permainan lawan. Karena itu, keberlangsungan kejuaraan seperti Kejurkab dinilai menjadi salah satu kunci dalam mencetak atlet yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Selain menyoroti pembinaan cabang olahraga bulutangkis, Doding juga mengingatkan seluruh pengurus cabang olahraga di bawah naungan KONI Kabupaten Trenggalek agar memanfaatkan dana hibah yang diberikan pemerintah secara optimal dan bertanggung jawab. Menurutnya, anggaran tersebut harus benar-benar diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan mendorong lahirnya prestasi olahraga yang membanggakan daerah.
Ia menegaskan bahwa persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2026 harus dilakukan secara maksimal melalui program latihan yang terukur, meliputi peningkatan kemampuan teknik, kondisi fisik, hingga pembentukan mental bertanding atlet.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan serta didukung penyelenggaraan kompetisi secara rutin, Doding optimistis Kabupaten Trenggalek mampu melahirkan atlet-atlet bulutangkis yang berprestasi dan mampu membawa nama daerah bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
(Yoyok)




