Ponorogo, SuaraRakyat62.com — Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam penyelenggaraan event nasional di Indonesia. Menurutnya, event berskala besar tidak lagi cukup hanya mengandalkan kemeriahan dan banyaknya penonton, tetapi harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat serta menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya lokal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Novita Hardini Dorong Event Nasional Lebih Humanis, Desa Wisata Harus Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Hal tersebut disampaikan Novita saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Event Nasional Berkualitas Berbasis Desa Wisata di Taman Jatimori, Minggu (10/5/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa event sejatinya bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang yang mempertemukan masyarakat, budaya, ide, dan harapan dalam satu energi positif yang memberi manfaat luas.

“Event adalah ruang pertemuan antarmanusia. Tempat lahirnya cerita, harapan, inspirasi, dan kebersamaan,” ujar Novita di hadapan peserta kegiatan.

Ia menilai, kualitas sebuah event saat ini harus diukur dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, membuka peluang usaha, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan dan identitas budaya daerah.

Menurut Novita, konsep event berkelanjutan menjadi sangat penting di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kita ingin menghadirkan event yang tidak menghabiskan sumber daya secara berlebihan, peduli lingkungan, serta memberdayakan masyarakat lokal,” katanya.

Dalam forum tersebut, Novita juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat desa dalam setiap penyelenggaraan event nasional. Ia menegaskan masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian utama yang menikmati manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.

Mulai dari pelaku UMKM, seniman lokal, pekerja kreatif, hingga masyarakat di sekitar lokasi acara, menurutnya harus mendapatkan ruang untuk berkembang bersama.

“Event yang humanis adalah event yang menghadirkan rasa. Ketika sebuah event diselenggarakan dengan hati, maka energi positifnya akan dirasakan banyak orang,” tambahnya.

Melalui kegiatan peningkatan kapasitas itu, Novita berharap desa wisata di Ponorogo maupun daerah lain mampu tumbuh menjadi pusat kreativitas dan ekonomi kerakyatan yang inklusif serta memiliki daya saing tinggi.

Ia optimistis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis desa memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tengah tantangan ekonomi nasional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, serta para pakar dan pelaku industri kreatif dari Jember Fashion Carnival.

Dengan mengusung konsep event yang lebih humanis dan berkelanjutan, diharapkan desa wisata tidak hanya menjadi tujuan kunjungan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh ekonomi rakyat yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

 

 

(Pr)