Surabaya, SuaraRakyat62.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kepemimpinan kepala daerah, tetapi juga ditentukan oleh sinergi seluruh perangkat pemerintah serta keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, seluruh kebijakan dan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya diarahkan untuk memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka kemiskinan, mengatasi stunting, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Eri Cahyadi saat memaparkan strategi pembangunan Kota Surabaya di hadapan Tim Penilai Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Senin (6/7/2026).
Dalam paparannya, Eri menjelaskan bahwa arah pembangunan Kota Surabaya berfokus pada tujuh prioritas utama, yakni pengurangan kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran, penurunan angka kematian ibu dan anak, percepatan penanganan stunting, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan ketimpangan yang diukur melalui gini rasio, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Menurutnya, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak lagi hanya dituntut menyelesaikan program sesuai tugas pokok dan fungsi, tetapi juga wajib memastikan setiap anggaran yang dikelola mampu memberikan kontribusi terhadap target pengurangan kemiskinan.
“Saya sampaikan kepada teman-teman DSDABM, anggaran kamu harus bisa menurunkan kemiskinan. Penurunan kemiskinan itu bukan hanya urusan bidang sosial,” tegas Eri.
Sebagai implementasi kebijakan tersebut, Pemkot Surabaya mewajibkan berbagai proyek pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan dan pemasangan paving, untuk menyerap tenaga kerja dari keluarga prasejahtera. Selain itu, kebutuhan material pembangunan juga diprioritaskan berasal dari pabrik padat karya yang dikelola masyarakat berpenghasilan rendah sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga.
Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat melalui program Gerakan Orang Tua Asuh. Program ini bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik.
Di sektor ketahanan pangan, Pemkot Surabaya mengembangkan sistem distribusi berbasis neraca komoditas dengan mempertemukan daerah produsen dengan pasar di Kota Surabaya. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Eri menegaskan, pembangunan hanya akan berhasil apabila pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Ia mengibaratkan semangat tersebut sebagai kelanjutan nilai-nilai perjuangan arek-arek Surabaya pada Pertempuran 10 November, yang kini diwujudkan dalam bentuk kerja nyata untuk mengurangi kemiskinan, mengatasi stunting, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Hari ini kita bisa mengurangi kemiskinan dan stunting karena kita berjuang bersama menjalankan Pancasila dari tindakan nyata, bukan sekadar lisan saat upacara,” ujar Eri yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Paparan pembangunan yang disampaikan Wali Kota Surabaya tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Tim Penilai Tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026, Prakoso Grahayudiandono. Menurutnya, strategi pembangunan Kota Surabaya dinilai komprehensif karena tidak hanya berorientasi pada capaian kinerja pemerintah, tetapi juga mampu membangun partisipasi aktif masyarakat dalam setiap proses pembangunan.
Apresiasi tersebut menjadi indikator bahwa pendekatan pembangunan yang diterapkan Pemkot Surabaya dinilai tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengedepankan pemerataan manfaat pembangunan melalui kolaborasi lintas sektor. Dengan konsep tersebut, Surabaya diharapkan mampu terus memperkuat pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
(Ani)




