Trenggalek, SuaraRakyat62.com — Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur menenggelamkan modul rumah ikan dan menebar benih ikan Kerapu Macan di Pantai Joketro, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Selasa (11/11/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Bupati Trenggalek Tenggelamkan 32 Rumah Ikan dan Tebar 9.800 Benih Kerapu di Pantai Joketro

Langkah ini dilakukan sebagai upaya konservasi ekosistem laut sekaligus program restocking sumber daya ikan. Rumah ikan dan benih tersebut merupakan bantuan dari DKP Jawa Timur. Penempatannya bertujuan menciptakan spawning area, yakni area berkembang biak, berlindung, sekaligus tempat berkumpulnya ikan. Dengan keberadaan modul ini, ekosistem yang mulai terdampak kerusakan alam diharapkan dapat pulih.

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jawa Timur atas dukungan dalam penguatan ekosistem kelautan di Trenggalek.

“Bantuan modul seperti ini sangat membantu, dan yang membuat senang, masyarakat semakin sadar bahwa alam tidak hanya untuk dieksploitasi tetapi juga harus dijaga keberlangsungannya,” ujar Mas Ipin, Ketua HNSI Jawa Timur.

Ia menegaskan bahwa area modul rumah ikan bukan wilayah penangkapan. Nelayan diminta menjaga jarak minimal 200 meter untuk menghindari kerusakan dan memastikan keberhasilan konservasi.

Selain penting bagi lingkungan, Mas Ipin menyebut rumah ikan juga membuka potensi ekonomi baru bagi warga pesisir.

“Saya membayangkan ini bisa menjadi portofolio alami. Daya dukung ekonominya bisa melalui ekowisata seperti snorkeling atau wisata kapal dengan fiberglass bawah. Pilihan ekonomi berkelanjutan seperti ini yang akan kita galakkan,” terangnya.

Mas Ipin berharap kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi terus diperkuat dalam menjaga kelestarian lingkungan laut.

“Kalau kita baik dengan alam, maka alam akan baik kepada kita. Tidak harus dieksploitasi, tetapi tetap bisa dimanfaatkan tanpa merusak,” ungkapnya.

Perwakilan DKP Jawa Timur, Adiani Mariasari, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemulihan sumber daya kelautan.

“Tujuannya untuk menciptakan tempat memijah, perlindungan, dan area berkumpul ikan. Setelah penenggelaman ini, kami melakukan underwater restocking berupa benih Kerapu Macan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, total 32 modul rumah ikan telah ditenggelamkan dan 9.800 ekor benih Kerapu Macan ditebarkan. Pemerintah berharap upaya ini dapat meningkatkan populasi ikan sekaligus mendukung ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

 

 

(Yoyok)