Ngawi, SuaraRakyat62.com – Operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngawi tengah disorot publik. Pasalnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Jambangan, Kecamatan Paron, diduga membuang limbah sisa produksi langsung ke saluran irigasi pertanian warga.

Kasus ini terungkap setelah seorang petani melapor bahwa air limbah dapur MBG mengalir ke saluran irigasi yang menuju area persawahan. Selain mencemari aliran air, bau menyengat juga mulai tercium di sekitar lokasi.
Temuan tersebut memicu kekhawatiran para petani. Mereka takut air yang tercemar dapat menurunkan kualitas tanah dan berdampak pada hasil panen padi.
Menanggapi laporan itu, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), turun langsung meninjau lokasi dapur MBG untuk memastikan kebenarannya. Dalam sidaknya, Kanang menyebut pengelolaan dapur tidak disiapkan dengan baik.
“Saya kira aspek teknis dapur MBG ini tidak disiapkan dengan baik. Pengelola hanya fokus pada menyiapkan makanan dan mendistribusikannya,” tegas Kanang, Senin (3/11/2025).
Mantan Bupati Ngawi dua periode itu menilai, pengelola seharusnya memikirkan mekanisme pembuangan limbah sebelum beroperasi, termasuk penyediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Baginya, pembuangan limbah ke irigasi bukan hanya kelalaian teknis, tetapi juga ancaman terhadap sektor pertanian.

“Kami meminta kepada OPD terkait, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian Ngawi, agar saluran irigasi ini hanya untuk pertanian. Bukan tempat membuang limbah, termasuk limbah rumah tangga,” ujar Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut.
Kanang menegaskan, jika pencemaran irigasi dibiarkan, program ketahanan pangan bisa ikut terdampak karena kualitas lahan pertanian menurun. Padahal pemerintah tengah mendorong peningkatan produktivitas pangan.
“Jangan sampai program MBG malah mengganggu ketahanan pangan nasional yang tengah digalakkan oleh presiden,” tegasnya.
Ia mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, untuk mengawasi jalannya program MBG agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah baru di lapangan.
(Insan)




