Rokan Hulu, SuaraRakyat62.com –
Warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan jalan semenisasi yang sedang berlangsung. Namun, mereka menolak rencana pembatasan kapasitas tonase kendaraan yang dapat melintas di jalan tersebut.

Jalan yang dibangun diketahui menjadi akses vital bagi masyarakat, termasuk kendaraan pengangkut hasil pertanian dan operasional perusahaan sekitar, seperti menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Merangkai Artha Nusantara (PT. MAN).
“Kami bukan menolak pembangunan, justru kami mendukung penuh karena jalan ini sangat dibutuhkan. Tapi kami berharap jalan ini bisa digunakan secara maksimal, termasuk untuk kendaraan berat,” ujar salah satu warga saat menyampaikan aspirasinya, Selasa (5/8/2025).

Warga menilai bahwa pembatasan tonase justru akan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat dan perusahaan yang menjadi bagian dari roda penggerak pembangunan desa.
“Kalau jalan dibangun tapi hanya untuk kendaraan kecil, maka akan sia-sia. Masyarakat petani dan perusahaan butuh akses yang layak untuk distribusi hasil,” ungkap warga lainnya.
Mereka berharap agar pembangunan jalan tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga fungsionalitas jangka panjang, terutama untuk mendukung geliat ekonomi lokal.
Aksi damai sempat diwarnai ketegangan, namun berhasil mereda. Warga akhirnya memilih duduk di jalan sambil menunggu adanya kejelasan dan kesepakatan soal kapasitas muatan kendaraan yang diperbolehkan melintasi jalan tersebut.

Sementara itu, Nur Amin, perwakilan Pemerintah Desa yang juga Ketua RT setempat, menyatakan kebingungannya atas aksi warga.
“Saya justru heran, kenapa warga terlihat menolak semenisasi? Ini kan untuk kebaikan bersama. Tapi mungkin perlu duduk bersama agar persoalan tonase ini bisa dijelaskan dan disepakati,” katanya.
Persoalan ini diharapkan segera mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, agar pembangunan infrastruktur tidak justru menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Pewarta ; Esra




