Blitar, SuaraRakyat62.com – Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Erma Susanti, mendorong agar pengembangan kebudayaan dan pariwisata tidak berhenti pada kegiatan pertunjukan atau pelestarian tradisi semata. Menurutnya, pengelolaan budaya yang dilakukan secara gotong royong dan berkelanjutan perlu diarahkan agar turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Erma saat bersilaturahmi dan berdialog dengan penggiat budaya Sanggar Gong Kyai Pradah di Kopi Joglo, Blitar.
Erma yang juga merupakan anggota Komisi B DPRD Jatim menilai komunitas budaya di tingkat akar rumput memiliki posisi penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis masyarakat.
“Ini sejalan dengan ajaran Bung Karno, Trisakti. Kita harus berkepribadian dalam kebudayaan. Kalau budaya dan pariwisata dikelola dengan semangat gotong royong dan berkelanjutan, maka yang sejahtera adalah rakyat di bawah, bukan hanya investor,” tegas Erma saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2026).
Menurut Erma, Sanggar Gong Kyai Pradah menjadi salah satu contoh komunitas yang dapat berperan dalam menjaga tradisi sekaligus mengembangkan potensi wilayah. Keberadaan sanggar dinilai tidak hanya penting bagi pelestarian budaya Blitar, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata kerakyatan di wilayah Sutojayan.
“Budaya dan pariwisata apabila dikelola dengan baik tentu dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Erma menjelaskan, pengembangan kebudayaan membutuhkan ekosistem yang melibatkan pelaku budaya, pemerintah, dan masyarakat. Menurutnya, aktivitas kebudayaan yang dikelola secara baik dapat menciptakan peluang bagi usaha masyarakat di sekitar lokasi kegiatan maupun destinasi wisata.
Karena itu, ia mendorong penguatan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta komunitas budaya. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar potensi kebudayaan dapat dikembangkan secara terarah sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Erma mengatakan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim akan terus mendorong tata kelola kebudayaan yang efektif dan akuntabel. Ia juga menekankan pentingnya memberikan ruang lebih besar kepada masyarakat untuk terlibat dan memperoleh manfaat dari potensi budaya yang dimiliki daerah.
Dalam dialog tersebut, Erma bertemu dengan sejumlah pengurus dan penggiat Sanggar Gong Kyai Pradah. Pertemuan dihadiri Ketua Sanggar Gong Kyai Pradah Mbah Bo, Wakil Ketua Bagyo, jajaran pengurus sanggar, serta penggiat budaya dari berbagai daerah.
Kehadiran penggiat budaya muda asal Kalimantan Barat turut menjadi bagian dari pertemuan. Erma menilai keterlibatan generasi muda dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa kebudayaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan dan persatuan masyarakat.
“Kultur ini yang mempersatukan kita dari Sabang sampai Merauke. PDI Perjuangan akan selalu hadir bersama pelaku budaya,” pungkasnya.
Seiring terbentuknya kepengurusan baru Sanggar Gong Kyai Pradah, Erma berharap komunitas tersebut semakin kuat dalam menjaga tradisi sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif dan pariwisata di Sutojayan maupun Kabupaten Blitar.
Menurutnya, pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. Budaya yang hidup di tengah masyarakat tidak hanya menjadi warisan yang perlu dijaga, tetapi juga dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi lokal apabila dikelola secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat.
(Fatkhur)




