Trenggalek, SuaraRakyat62.com – Perjuangan panjang Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, SE., ME., akhirnya membuahkan hasil. Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) resmi masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program strategis Kementerian Pariwisata yang menghimpun event unggulan nasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Festival Jaranan Trenggalek Resmi Masuk Karisma Event Nusantara 2026

Festival Jaranan Trenggalek yang telah digelar secara konsisten hingga edisi ke-29 pada September 2025 lalu kini tercatat sebagai salah satu dari 125 event terpilih secara nasional dalam KEN 2026. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan identitas budaya Trenggalek di tingkat nasional.

Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan VII Jawa Timur, Novita Hardini tidak hanya mengawal FJTT, tetapi juga memperjuangkan masuknya sejumlah festival lain di wilayah dapilnya. Berdasarkan data resmi KEN 2026, Kabupaten Ponorogo berhasil meloloskan Festival Nasional Reog Ponorogo dan Grebeg Suro, sementara Kabupaten Pacitan masuk melalui Festival Ronthek.

Pada KEN 2026, Provinsi Jawa Timur kembali menjadi salah satu daerah dengan jumlah event terbanyak, yakni 11 festival dari berbagai kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai agenda unggulan nasional.

Masuknya FJTT dalam KEN 2026 sekaligus menjawab harapan besar masyarakat seni jaranan Trenggalek, sejalan dengan visi Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Novita Hardini untuk menjadikan Trenggalek sebagai Bumi Tarian Jaranan. Tidak hanya menjadikan Turonggo Yakso sebagai ikon lokal, Trenggalek diharapkan menjadi rumah bagi seluruh ragam seni jaranan Nusantara bahkan dunia.

Menanggapi pencapaian tersebut, Novita Hardini menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya.
“Alhamdulillah, ini merupakan bagian dari ikhtiar kami mengawal aspirasi kemajuan daerah, khususnya sektor pariwisata. Ke depan, event ini harus terus dikawal agar tersaji secara kreatif dan berkualitas setiap tahunnya,” ujar Novita, Jumat (23/1/2026).

Ia optimistis konsistensi penyelenggaraan festival akan berdampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisata dan perekonomian masyarakat.
“Jika kualitas event dijaga, maka daya tarik wisata akan semakin kuat dan ekonomi lokal ikut bergerak,” imbuhnya.

Novita menegaskan perjuangannya tidak berhenti pada satu daerah saja.
“Saya memperjuangkan seluruh kabupaten di Dapil VII. Alhamdulillah saat ini sudah ada tiga kabupaten yang siap. Semoga konektivitas dengan Kementerian Pariwisata ini membawa dampak positif bagi pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Keberhasilan FJTT masuk KEN 2026 juga tidak terlepas dari konsistensi Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama komunitas seni jaranan yang selama hampir tiga dekade terus menggelar festival tersebut. Pada penyelenggaraan ke-29, FJTT dibuka secara resmi di kawasan Alun-alun Trenggalek dan berlangsung meriah selama tujuh hari.

Festival ini menampilkan parade jaranan, pameran seni, kolaborasi musik lintas budaya, hingga partisipasi penari mancanegara. Ribuan pengunjung memadati lokasi sejak hari pertama, menjadikan FJTT sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah.

Dengan masuknya Festival Jaranan Trenggalek dalam KEN 2026, Trenggalek kian mengukuhkan diri sebagai destinasi budaya unggulan Jawa Timur dan pusat pengembangan seni jaranan di tingkat nasional hingga internasional.

 

 

(Yoyok)