Blitar, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kabupaten Blitar menggandeng Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperkuat pasokan dan distribusi komoditas pangan strategis, khususnya telur. Kerja sama antardaerah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar sekaligus memberikan kepastian pasar bagi peternak.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Pengendalian Inflasi Daerah Komoditas Pangan Strategis antara Pemkab Blitar dan Pemkab Sumenep di Pendopo Agung Kabupaten Sumenep, Kamis (17/9/2026).
Bupati Blitar Rijanto hadir dalam kegiatan tersebut bersama Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah dan jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Blitar.
Rijanto menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sumenep atas keterbukaan dalam membangun kerja sama antardaerah. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengendalian inflasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar bagi komoditas unggulan Blitar.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep atas terjalinnya kerja sama antar daerah ini,” ujar Rijanto, dikutip Jumat (18/9/2026).
Kabupaten Blitar selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi telur. Namun, tingginya produksi yang tidak diimbangi dengan penyerapan pasar dapat memicu kelebihan pasokan dan berpotensi menekan harga di tingkat peternak.
“Kabupaten Blitar memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan dan disinergikan dengan daerah lain, khususnya di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata. Blitar ini sentra telur, jadi harus kita jaga pasarnya,” tegas Rijanto.
Menurutnya, kerja sama dengan Sumenep dapat membuka peluang distribusi baru bagi komoditas pangan asal Blitar, khususnya ketika produksi telur mengalami surplus.
“Melalui kolaborasi dan kerja sama antar daerah, saya berharap hubungan dengan Kabupaten Sumenep dapat membuka peluang penguatan pasokan dan distribusi komoditas pangan strategis,” jelasnya.
Rijanto menilai, terbukanya akses distribusi menuju wilayah Madura dapat membantu memperluas pasar dan menjaga keseimbangan antara produksi dengan kebutuhan konsumen. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut diharapkan turut mendukung stabilitas harga dan keberlanjutan usaha peternak.
“Melalui kesepakatan bersama ini, kami berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan strategis sebagai bagian dari upaya mewujudkan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Penandatanganan kesepakatan tersebut turut dihadiri Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, jajaran TPID dari kedua daerah, serta perwakilan peternak.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab Blitar dalam memperluas jejaring distribusi komoditas pangan sekaligus mencari solusi atas persoalan pemasaran yang dapat muncul ketika produksi telur melebihi daya serap pasar.
(Fatkhur)




