SUARARAKYAT62, KOTA MALANG – Momentum peringatan Hari Kartini yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang dimanfaatkan Pemerintah Kota Malang untuk menegaskan komitmen terhadap pemberdayaan perempuan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Hari Kartini 2026: Pemkot Malang Apresiasi 6 Perempuan Inspiratif, Kanit PPA Polresta Malang Kota Jadi Sorotan

Sebanyak enam perempuan inspiratif menerima penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya bagi masyarakat. Salah satunya adalah Kanit PPA Polresta Malang Kota, Iptu Khusnul Khotimah. Penghargaan tersebut diserahkan di Ballroom Ijen Suites Resort & Convention Malang, Rabu (22/4/2026).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran nyata perempuan dalam pembangunan sosial, khususnya di bidang perlindungan perempuan dan anak (PPA), penguatan ketahanan keluarga, serta pemberdayaan kelompok rentan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa para penerima penghargaan merupakan figur teladan yang mampu memberikan dampak luas di tengah masyarakat.

“Mereka layak diapresiasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang lebih maju, sejalan dengan semangat Hari Kartini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kehormatan dan perlindungan terhadap perempuan, serta menolak segala bentuk pelecehan yang dapat merusak tatanan sosial dan berdampak hukum.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Malang, Donni Sandito, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan implementasi kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan perempuan.

“Penghargaan diberikan kepada perempuan yang memiliki dedikasi tinggi, aktif dalam perlindungan perempuan dan anak, kepedulian terhadap disabilitas, serta penguatan ketahanan keluarga. Mereka menjadi solusi di tengah masyarakat,” jelasnya.

Salah satu penerima penghargaan, Iptu Khusnul Khotimah, dinilai berhasil menunjukkan dedikasi tinggi dalam perlindungan perempuan dan anak melalui sinergi lintas sektor.

Kolaborasi antara Unit PPA Polresta Malang Kota dan Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang menjadi kunci dalam penanganan berbagai kasus, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, perundungan, hingga penelantaran bayi.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Kami juga mengedepankan sosialisasi, edukasi, dan pembinaan sebagai langkah pencegahan,” ungkap Khusnul.

Ia menambahkan, pendekatan humanis dan kolaboratif menjadi strategi utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Selain Iptu Khusnul, penghargaan juga diberikan kepada perempuan inspiratif lainnya, termasuk Lamini, pengemudi ojek online dari komunitas Gas Pol yang mendorong kemandirian perempuan.

Pemerintah Kota Malang berharap semangat Kartini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi terus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan dampak positif serta memperkuat ekosistem perlindungan perempuan dan anak secara berkelanjutan.

(Nyak)

Editor : Esra