Morotai, SuaraRakyat62.com – Mantan Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Assyura Umar, angkat bicara terkait tuduhan penipuan yang menyeret namanya. Ia disebut-sebut meminta uang dari sejumlah kepala desa dengan modus pengadaan barang dari anggaran Ketahanan Pangan (Ketapang) tahun 2023–2024, mulai dari baju olahraga hingga perahu nelayan.

Menanggapi tudingan tersebut, Assyura dengan tegas membantah. Ia mengaku tidak pernah melakukan penipuan sebagaimana isu yang berkembang. Menurutnya, program pengadaan barang masih dalam proses penyelesaian dan sebagian sudah terealisasi.
“Tar lama mereka bilang tong (kita, red) pindah dari Morotai kong tong korupsi lagi. Jadi meski saya sudah di Provinsi, tapi tetap lia (perhatikan) Morotai,” ujar Assyura kepada wartawan, Sabtu (30/8/2025).
Ia mencontohkan pengadaan barang di Desa Buho-Buho. Menurutnya, pengadaan tersebut sudah berjalan, hanya saja mengalami keterlambatan karena bahan baku sulit didapat.
“Yang untuk Buho-Buho punya dua unit sudah selesai. Cuma ada keterlambatan karena bahan fiber habis di Kolorai. Jadi dikerjakan di Kolorai, tinggal dua unit ketinting saja, itu pun hanya terlambat,” jelasnya.
Assyura menegaskan bahwa keterlambatan bukan berarti adanya penyelewengan dana. Ia meminta masyarakat tidak serta-merta menuduh tanpa memahami kondisi lapangan.
Hingga kini, kasus dugaan penipuan tersebut masih menjadi sorotan publik, terutama karena melibatkan dana Ketahanan Pangan yang bersumber dari anggaran desa.
Pewarta; Irjan_Nyong




